Oleh: Regita (Mahasiswa ilmu politik Universitas Jambi)

Upaya Pemerintah Jambi Dalam Menekan Laju Inflasi

Senin, 24 Oktober 2022 - 10:34:46 WIB - Dibaca: 1534 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa )

SELAIN kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif angkutan, melambungnya harga beras juga menjadi penyumbang inflasi cukup besar di Kota Jambi. Upaya untuk mendorong pejabat dan ASN Pemkot Jambi menggunakan beras lokal, adalah salah satu langkah strategis untuk menekan laju inflasi dan berdampak positif pada perekonomian daerah, terutama bagi petani lokal. Secara harian, angka inflasi Kota Jambi yakni 0,5 persen. Masih dilakukan upaya penurunan hingga angkanya mencapai 0,26 persen. 

Ada sebanyak 2,5 ton beras petani lokal Kota Jambi yang dipasarkan pada giat gerakan membeli beras lokal Pemerintah Kota Jambi. Beras tersebut bersumber dari petani di Tanjung Sari, Paal Merah, Telanaipura dan Seberang Kota Jambi.

Sekretaris Daerah Kota Jambi Drs. H. A. Ridwan, M.Si. meluncurkan secara resmi Gerakan Serentak Pembelian Produk Lokal bagi ASN Pemerintah Kota Jambi, yang berlangsung bertempat di Lapangan Tenis Diknas Kota Jambi. Dalam seremoni itu, secara simbolis Sekda Kota Jambi menerima pasokan beras petani lokal yang berada di Gudang Bulog Jambi, untuk kemudian diserahkan kepada TPID Kota Jambi dan dijual kepada ASN Kota Jambi. Pembelian beras petani lokal oleh ASN Kota Jambi sebanyak 5Kg perorangnya.

Wakil Wali Kota Jambi dr. H. Maulana juga secara simbolis serahkan bantuan sosial bahan pokok murah bagi masyarakat dengan pola kemitraan, bertempat di Kantor Camat Telanaipura Kota Jambi. Gerakan ini juga serentak dilaksanakan diseluruh Kantor Camat dan Lurah diwilayah Kota Jambi, menyasar 15 ribu masyarakat yang tidak masuk dalam kelompok masyarakat penerima bantuan PKH dan jenis bantuan lainnya, namun masuk dalam Data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kota Jambi. Dalam rangkaian penyerahan simbolis tersebut, turut pula dilaksanakan penyerahan bantuan operasional BBM bagi supir angkutan kota di Kota Jambi, serta simbolis penyerahan santunan bagi juru parkir Kota Jambi dari BPJS Ketenagakerjaan.

Keseriusan Pemkot Jambi dalam menghadapi inflasi diwujudkan dalam beberapa rangkaian kegiatan. Diantaranya, intervensi pasar melalui pemberian komoditas cabe melalui bantuan sosial penggantian ongkos kirim dan biaya angkut, operasi pasar murah, pemberian bantuan cabai dan bawang merah dalam polybag, pencanangan Gerakan payo Menanam Cabai, bantuan sarana produksi tanaman bantuan sosial operasional angkutan umum Kota Jambi, bantuan sosial peralatan produksi tanaman cabai bagi kelompok tani, serta bantuan produksi bagi UMKM Kota Jambi. Untuk melaksanakan beraneka ragam kegiatan ini, Pemkot Jambi menggelontorkan total anggaran sebesar 4,4 Milyar Rupiah.

Sebelumnya Wali Kota Fasha telah melakukan langkah strategis jangka pendek sebagai upaya untuk merespon meningkatnya angka inflasi di Kota Jambi. Selain membentuk satuan tugas khusus, Tim Percepatan Pengendalian Inflansi Daerah (TPID) Kota Jambi yang memiliki konsentrasi tugas yang lebih fokus untuk mengatasi beberapa aspek di bidang Yustisi/Penindakan Hukum, bidang pemantauan Supply dan Demand, serta bidang khusus Mitigasi Dampak, telah dilaksanakan pula pemantauan dan pengawasan pasokan Volatile Foods (VF), terutama cabai dan bawang di Pasar Induk Talang Gulo, Pasar Angso Duo dan pasar tradisional maupun modern lainnya di Kota Jambi, sebagai komoditas pangan penyumbang terbesar inflasi di Kota Jambi.

Pemkot Jambi juga telah melakukan operasi pasar bersama TPID dan BULOG untuk beberapa komoditi yang tersedia di Gudang BULOG. Pemkot Jambi juga telah melaksanakan strategi penjualan kebutuhan pokok (produk Bulog Jambi) melalui Toko TPID Kota Jambi yang berada di Pasar Talang Banjar. Gerakan payo Menanam Cabai merupakan upaya Pemkot Jambi dalam menggalakkan gerakan urban farming di Kota Jambi. Diharapkan melalui gerakan ini, tercipta kemandirian pangan, terutama terhadap komoditas pangan yang selama ini menyumbang inflasi di Kota Jambi.***





BERITA BERIKUTNYA