Oleh: Maharani Mahasiswi Ilmu Politik Universitas Jambi

Korea Selatan Bersama AS Balas Tembakan Rudal Korut, Asia di Ambang Perang

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 19:06:47 WIB - Dibaca: 1543 kali

Maharani 
Mahasiswi Ilmu Politik Universitas Jambi
Maharani Mahasiswi Ilmu Politik Universitas Jambi (Dok Pribadi )

Korea Selatan dan militer Amerika Serikat melakukan latihan penembakan rudal pada Rabu (5/10/2022). Latihan ini dilakukan sebagai tanggapan atas peluncuran rudal balistik Korea Utara (Korut) ke arah Jepang sehari sebelumnya.

"Pasukan Korsel dan AS menembakan serangan rudal ke laut sebagai tanggapan," kata Kepala Staf Gabungan Korsel pada Rabu. Sekutu sebelumnya melakukan latihan pengeboman dengan jet tempur di Laut Kuning.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/10/2022), militer Korsel menyatakan bahwa pihaknya militer dan Amerika Serikat melakukan latihan bersama sebagai tanggapan, menembakkan rudal darat-ke-darat ke Laut Timur, juga dikenal sebagai Laut Jepang

NHK mengatakan peringatan untuk dua wilayah utara Jepang. Sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat, kantor perdana mentri Jepang kemudian menyampaikan lewat Twitter bahwa 'Proyektir yang tampaknya seperti rudal balistik Korea Utara kemungkinan telah terbang di atas jepang'

Militer Korsel juga mengkonfirmasi bahwa sebuah rudal Korea Selatan gagal segera setelah diluncurkan dan jatuh, tanpa menimbulkan korban.

Sebelumnya, pada hari Selasa, jet tempur Korea Selatan dan AS juga telah melakukan latihan pengeboman di sebuah sasaran di Laut Kuning.

Latihan tersebut bertujuan untuk "memastikan bahwa kami memiliki kemampuan militer yang siap untuk menanggapi provokasi oleh Korea Utara jika itu terjadi," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby kepada CNN.

"Seharusnya tidak sampai seperti itu. Kami telah menjelaskan kepada Kim Jong Un bahwa kami bersedia untuk duduk tanpa prasyarat. Kami ingin melihat denuklirisasi semenanjung Korea," katanya.

"Dia belum menunjukkan kecenderungan untuk bergerak ke arah itu - dan sejujurnya dia bergerak ke arah yang berlawanan dengan terus melakukan uji coba rudal ini, yang merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan," Cetusnya. 

"Pasukan Korsel dan AS menembakan serangan rudal ke laut sebagai tanggapan," kata Kepala Staf Gabungan Korsel pada Rabu. Sekutu sebelumnya melakukan latihan pengeboman dengan jet tempur di Laut Kuning.

Militer secara terpisah mengkonfirmasi bahwa rudal Hyunmoo-2 Korsel gagal tak lama setelah diluncurkan dan jatuh selama latihan, namun tidak ada yang terluka. Militer Korsel mengatakan bahwa rudal itu membawa hulu ledak tetapi tidak meledak, dan meminta maaf karena membuat warga khawatir.

Militer AS dan sekutunya telah meningkatkan unjuk kekuatan. Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menyebut tes terbaru itu berbahaya dan sembrono. Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengecam uji coba Korut. Uni Eropa menyebut tindakan Korut sembrono dan provokatif.

Sedangkan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk peluncuran tersebut dan mengatakan itu adalah pelanggaran resolusi Dewan Keamanan. Dewan Keamanan PBB akan bertemu pada Rabu untuk membahas Korut atas permintaan AS, meskipun China dan Rusia mengatakan kepada rekan-rekan dewan bahwa mereka menentang pertemuan terbuka dari 15 anggota badan keamanan PBB. Mereka berpendapat bahwa reaksi dewan harus kondusif untuk meredakan situasi di Semenanjung Korea. (*)





BERITA BERIKUTNYA