Oleh: Tria Safhira Maharani Mahasiswa Ilmu Politik UNJA

Melihat Kembali Pertumbuhan Ekonomi Warga Sekitar Setelah 7 Tahun Berdirinya Gentala Arasy

Minggu, 23 Oktober 2022 - 18:42:33 WIB - Dibaca: 2839 kali

Jembatan Gentala Arasy
Jembatan Gentala Arasy (Dok Pribadi)

Gentala Arasy adalah menara jam yang terletak di Kelurahan Arab Melayu, Pelayangan, Kota Jambi. Menara jam ini mempunyai tinggi 80 meter, dan di dalamnya terdapat museum kebudayaan Jambi. Museum tersebut berisi lebih dari 100 koleksi fakta peninggalan sejarah Jambi di masa lalu.

Selain itu, ada juga fasilitas bioskop mini yang berisi bermacam tayangan budaya di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Secara umum, dilihat dari arsitektur bangunan menara Gentala Arasy kuat dengan karakter Melayu dan Islam (Arab).

Jembatan Gentala Arasy ini diresmikan pada Maret 2015 yang diresmikan secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jembatan penghubung ini memiliki panjang 503 meter dan lebar 4,5 meter.

Dengan Berdirinya Jembatan Gentala Arasy secara tidak langsung membawa dampak positif terhadap Provinsi jambi terutama terhadapa masyarakat yang tinggal di sekitar jembatan tersebut.

Hasil analisis menunjukkan dengan dibangunnya tempat wisata Jembatan Gentala Arasy mampu memberikan perubahan perekonomian bagi masyarakat sekitar yang terlihat terciptanya lapangan pekerjaan, pergerseran jenis pekerjaan dan peningkatan jumlah pendapatan masyarakat secara umum.

Hal yang nyata dapat ditunjukan dengan banyaknya masyarakat yang berjualan di sekitar jembatan dan ditambah lagi dengan pedagang pedagang kecil yang mengisi tempat di wilayah tersebut.

selain berjualan, aktifitas lain yang terkena dampak positif ialah bagi mereka para warga yang memiliki perahu ketek atau penyedia jasa transportasi air.Bagi masyarakat yang ingin menikmat keindahan jembatan Gentala Arasy dengan sensasi yang berbeda,mungkin perahu ketek merupakan salah satu solusi yang dapat dipilih dengan menyusuri sungai Batanghari.

Bagi warga yang ingin menggunakan jasa perahu ketek tarif yang ditawarkan cukup bervariasi. Untuk perseorangan dikenakan tarif sebesar Rp5.000, namun jika berkelompok, per orang dikenakan tarif sebesar Rp2.000.Sedangkan untuk penyeberangan kendaraan roda dua dikenakan tarif sebesar Rp15.000

kemudian,etiap penyedia jasa penyeberangan perahu ketek hanya boleh memberikan layanan jasa dalam rentang waktu tertentu. Waktu yang ditetapkan yakni dari pukul 06.00 wib -16.00 wib. Selanjutnya dari pukul 16.00 wib sampai dengan pukul 06.00 wib.

Dengan adanya perubahan positif  ini diharapkan bagi seluruh warga Jambi khusnya warga sekitar untuk dapat menjaga ikon kota jambi ini,baik dengan cara menjaga kebersihan,tidak mencoret coret dan merusak bangunan jembatan,dll.Hal dilakukan untuk menjaga daya tarik masyarakat terhadap objek wisata yang satu ini. (*)





BERITA BERIKUTNYA