Oleh: Ananda Yulida Harnita Mahasiswi Ilmu Politik Universitas Jambi

Melonjaknya Harga BBM di Ambang Resesi Tahun 2023, Apa Langkah Pemerintah ?

Jumat, 21 Oktober 2022 - 12:29:00 WIB - Dibaca: 1562 kali

Ananda Yulida Harnita mahasiswi Ilmu Politik Universitas Jambi (Dok Pribadi)
Ananda Yulida Harnita mahasiswi Ilmu Politik Universitas Jambi (Dok Pribadi) ()

Anggota Komisi VIII DPR RI Nur Azizah Tamhid menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memberatkan rakyat kecil. Menurutnya Bantuan Tunai Langsung (BLT) BBM yang diambil dari Kas Negara senilai Rp12,4 triliun bukanlah solusi. Meskipun pemerintah menyalurkan BLT, hal tersebut hanyalah sementara.

Kenaikan harga BBM) ini tentu mencekik masyarakat kecil. Seperti nelayan di beberapa wilayah yang sudah menggantungkan mata pencaharian yang pas-pasan, mengandalkan subsidi BBM. Dengan kenaikan (harga BBM) ini, mereka harus berhenti melaut, karena pengeluaran menjadi lebih besar dari pendapatan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengatakan negara tengah mewaspadai kenaikan suku bunga yang berpotensi menimbulkan gejolak pasar keuangan. Kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia berpotensi menimbulkan resesi global.

"Tekanan inflasi global sudah direspons berbagai negara dengan kenaikan suku bunga yang drastis dan cepat," ujar Sri Mulyani dalam paparannya saat konferensi pers APBN Kita secara daring pada Senin, 26 Agustus 2022. Sri Mulyani melanjutkan, kondisi tersebut akan menimbulkan dampak bagi pertumbuhan ekonomi. Bank Dunia, ucap dia, memperkirakan jika bank sentral di seluruh dunia melakukan peningkatan suku bunga secara cukup ekstrem dan bersama-sama, resesi global akan terjadi pada 2023.

Pemerintah harus segera melakukan tindakan, pemerintah perlu memberikan tambahan alokasi dana perlindungan sosial beserta bantuan subsidi bunga yang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.  Di sisi lain, pemerintah juga harus melanjutkan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam (SDA) untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor serta berkaitan dengan pengendalian inflasi, khususnya inflasi pangan. Iskandar mengungkapkan inflasi pangan menjadi sumber inflasi utama di Indonesia. (*)





BERITA BERIKUTNYA