Kasus ISPA di Jambi Sempat Tembus 33 Ribu, Dinkes Ingatkan Kelompok Rentan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:33:45 WIB - Dibaca: 51 kali

Seorang ibu dan anak menggunakan masker di tengah kabut asap akibat karhutla yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan. Foto: Rahim
Seorang ibu dan anak menggunakan masker di tengah kabut asap akibat karhutla yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta musim kemarau. Balita, lanjut usia (lansia), dan warga dengan penyakit penyerta menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami gangguan pernapasan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr. Zakaria, mengatakan kelompok rentan perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatannya, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

“Yang paling rentan itu balita, lansia, dan mereka yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid,” tutur Zakaria, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, seperti asma, perlu meningkatkan kewaspadaan. Paparan asap dan kondisi udara yang tidak sehat berpotensi memperburuk gangguan pernapasan pada kelompok tersebut.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, jumlah kasus ISPA mengalami perubahan selama tiga bulan terakhir. Pada Juli 2026, tercatat sebanyak 22.806 kasus, kemudian meningkat menjadi 33.889 kasus pada Agustus.

Memasuki September 2026, jumlah kasus ISPA turun menjadi 26.894 kasus. Data tersebut merupakan akumulasi dari 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Meski jumlah kasus pada September menurun dibandingkan bulan sebelumnya, Zakaria mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Upaya pencegahan tetap diperlukan, khususnya selama kondisi karhutla dan kemarau masih berpotensi memengaruhi kualitas udara.

Ia menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Sementara itu, warga yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel debu dan asap.

“Kita berharap sama-sama menjaga kondisi kita masing-masing. Kalau tidak perlu keluar rumah untuk beraktivitas, kita kurangi keluar rumah. Kalau memang harus keluar rumah, gunakan masker,” katanya. (rhm)





BERITA BERIKUTNYA