JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH), menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh tantangan.
Pernyataan tersebut disampaikan SAH pada Senin (14/9/2026). Menurut sosok yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi itu, salah satu indikator yang menunjukkan kondisi ekonomi nasional tetap terkendali adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang relatif stabil di kisaran Rp17.500-an.
Menurut SAH, stabilitas nilai tukar menjadi sinyal penting bagi dunia usaha, investor, maupun masyarakat karena berkaitan erat dengan kepercayaan terhadap kondisi fundamental perekonomian nasional.
“Stabilitas ekonomi ini harus kita lihat secara utuh. Ketika nilai tukar mampu bertahan pada kisaran Rp17.500-an di tengah tekanan ekonomi global, itu menunjukkan pemerintah memiliki kemampuan menjaga stabilitas fundamental ekonomi nasional,” ujar SAH.
Ia menjelaskan, nilai tukar merupakan salah satu indikator yang sensitif terhadap berbagai kondisi ekonomi, terutama arus modal, perdagangan internasional, inflasi, hingga tingkat kepercayaan pasar.
Karena itu, menurut SAH, menjaga stabilitas rupiah bukan pekerjaan sederhana. Diperlukan koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil agar stabilitas ekonomi dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
SAH menilai pemerintahan Presiden Prabowo juga menghadapi tantangan eksternal yang tidak ringan. Mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dinamika suku bunga negara maju, fluktuasi harga komoditas, hingga gejolak geopolitik menjadi faktor yang dapat memengaruhi perekonomian nasional.
Dalam kondisi tersebut, lanjutnya, stabilitas ekonomi menjadi fondasi penting agar aktivitas dunia usaha dan konsumsi masyarakat tetap berjalan.
“Yang paling penting adalah bagaimana stabilitas ini diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi rakyat. Stabilitas kurs harus diikuti dengan penguatan daya beli, penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi dan pertumbuhan sektor produktif,” katanya.
Stabilitas Harus Dirasakan Masyarakat
SAH yang juga dikenal sebagai tokoh yang lama memperjuangkan kepentingan petani menekankan pentingnya keterkaitan antara stabilitas makroekonomi dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Menurutnya, petani, pelaku UMKM, dan dunia usaha di daerah membutuhkan kepastian harga, akses pembiayaan, serta pasar yang sehat agar dapat berkembang.
Ia menilai keberlanjutan program pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan, hilirisasi sumber daya alam, industrialisasi, serta pemberdayaan ekonomi rakyat akan menjadi faktor penting agar stabilitas ekonomi tidak hanya tercermin dalam indikator makro, tetapi juga benar-benar dirasakan masyarakat di daerah.
“Ekonomi yang stabil harus bermuara pada kesejahteraan. Jangan sampai stabilitas hanya menjadi angka statistik. Kita ingin petani lebih sejahtera, UMKM berkembang, investasi tumbuh dan lapangan kerja semakin terbuka,” tegasnya.
SAH juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan ekonomi nasional yang berorientasi pada penguatan sektor produktif.
Menurutnya, stabilitas ekonomi merupakan modal penting bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
“Pemerintahan Presiden Prabowo sedang membangun fondasi ekonomi yang kuat. Stabilitas harus kita jaga bersama, kemudian kita dorong agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan manfaat pembangunan benar-benar sampai ke masyarakat,” pungkasnya. (rhm)
Khalis Mustiko Bakar Semangat Kader Golkar Muara Tabir: Kompak dan Menang Bersama!
Volume Sampah TPA Talang Gulo Masih 500 Ton per Hari, OPBM Belum Beri Perubahan Signifikan
Sekolah di Kota Jambi Kembali PJJ Mulai 28 September, Udara Masih Sangat Tidak Sehat
Status Siaga Darurat Karhutla Tebo Berakhir 30 September, Bakal Dievaluasi
BMKG Ungkap Kapan Kemarau Jambi Berakhir, Hujan Mulai Datang Bertahap
Porprov Jambi 2026 Resmi Ditunda, Anggaran Daerah Jadi Kendala
Ivan Wirata Dorong Pencegahan Karhutla Jambi Diperkuat, Tata Air Gambut Jadi Sorotan