BMKG Ungkap Kapan Kemarau Jambi Berakhir, Hujan Mulai Datang Bertahap

Sabtu, 26 September 2026 - 16:17:31 WIB - Dibaca: 253 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (NET)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Musim kemarau di Provinsi Jambi belum sepenuhnya berakhir meski hujan mulai mengguyur Kota Jambi dan sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.

BMKG memperkirakan musim kemarau di Jambi masih berlangsung hingga akhir Oktober 2026. Setelah itu, wilayah Jambi diprediksi mulai memasuki musim hujan secara bertahap.

Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Sultan Thaha Jambi, Jaya Martuah Sinaga, mengatakan hujan yang terjadi belakangan ini bukan akibat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Menurutnya, saat ini tidak ada pelaksanaan OMC di wilayah Jambi. Hujan terjadi secara alami akibat pertumbuhan awan hujan yang mulai berkembang di sejumlah daerah.

"Untuk saat ini tidak ada OMC di wilayah Jambi. Hujan yang terjadi merupakan hujan alami akibat pertumbuhan awan hujan," kata Jaya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan awan hujan mulai meluas, tetapi kemunculannya tidak berlangsung secara bersamaan di seluruh wilayah Jambi.

Kondisi tersebut membuat sebagian wilayah sudah diguyur hujan, sementara daerah lainnya masih mengalami cuaca panas dan kering.

Meski hujan mulai turun, kondisi tersebut belum dapat menjadi tanda bahwa musim kemarau telah berakhir sepenuhnya.

"Musim kemarau masih berlangsung sampai akhir Oktober 2026. Setelah itu baru secara bertahap masuk musim hujan," jelasnya.

Artinya, masyarakat masih berpotensi menghadapi perubahan cuaca dalam beberapa pekan ke depan. Hujan dapat terjadi di sejumlah wilayah, tetapi secara umum Jambi masih berada dalam periode kemarau.

Turunnya hujan juga memberikan dampak positif terhadap kondisi udara. Hujan dapat membantu membasahi permukaan lahan sekaligus mengurangi konsentrasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun, Jaya mengingatkan hujan yang turun saat ini belum berarti ancaman karhutla telah sepenuhnya berakhir.

Menurutnya, akumulasi curah hujan masih belum signifikan sehingga potensi kebakaran lahan tetap perlu diwaspadai selama musim kemarau berlangsung.

Apabila kembali terjadi periode panas panjang dengan minim hujan, potensi munculnya titik panas dan kebakaran lahan masih dapat terjadi.

Di sisi lain, meningkatnya peluang hujan dalam beberapa pekan mendatang menjadi bagian dari proses peralihan menuju musim hujan. Perubahan tersebut tidak berlangsung serentak di seluruh wilayah Jambi karena intensitas dan frekuensi hujan dapat berbeda di setiap daerah.

Dengan demikian, hujan yang mengguyur Kota Jambi dan sejumlah wilayah pada Kamis (24/9/2026) merupakan fenomena hujan alami. Sementara musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober sebelum Jambi secara bertahap memasuki musim hujan. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA