BUMDes Sumber Rezeki Sukses Hadapi Cuaca Ekstrem

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:22:57 WIB - Dibaca: 176 kali

Tim dari Dinas Pemberdayaan, Masyarakat dan Desa (PMD) Tebo, Pemdes dan Pengurus BUMdes Sumber Rezeki di Lokasi.
Tim dari Dinas Pemberdayaan, Masyarakat dan Desa (PMD) Tebo, Pemdes dan Pengurus BUMdes Sumber Rezeki di Lokasi. (David )

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Program ketahanan pangan yang dikelola dengan perencanaan matang terbukti mampu tetap berjalan dan menghasilkan meski di tengah kondisi cuaca ekstrem. Hal itu dibuktikan BUMDes Sumber Rezeki, Desa Sari Mulya, Kecamatan Rimbo Ilir, Kabupaten Tebo.

Di bawah kepemimpinan Bagus Srimulyanto, BUMDes Sumber Rezeki mengembangkan usaha pertanian dengan melibatkan petani lokal sebagai pengelola. Sejumlah komoditas yang dikembangkan yakni kacang panjang, timun, gambas, terong dan cabai.

Untuk mengantisipasi persoalan ketersediaan air, BUMDes juga menyiapkan dua sumur bor. Fasilitas tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan tanaman ketika kondisi cuaca dan curah hujan sulit diprediksi.

Anggota DPRD Kabupaten Tebo dari Fraksi Gerindra, Karno alias Bung Karno (BK), mengapresiasi keberhasilan tersebut. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan BUMDes Sumber Rezeki adalah kepercayaan kepada petani lokal yang memiliki pengalaman di bidang pertanian.

“Alhamdulillah berhasil. BUMDes mempercayakan pengelolaan kepada Warsito bersama anggota yang merupakan petani lokal. Mereka mengelola komoditas seperti timun, kacang panjang, gambas, terong dan cabai,” ujar BK kepada Jambiprima.com, Minggu (16/8/2026).

BK menilai cuaca ekstrem tidak seharusnya menjadi alasan utama kegagalan sebuah unit usaha BUMDes. Menurutnya, keberhasilan lebih ditentukan oleh kematangan perencanaan, pemilihan komoditas, kesiapan sarana pendukung serta kompetensi pengelola.

“Kalau ada BUMDes yang gagal hanya karena faktor cuaca, perlu dilihat kembali bagaimana perencanaannya. Apakah komoditas yang dipilih sesuai kondisi desa, sumber air sudah dipikirkan, dan pengelolanya benar-benar memahami usaha tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, BUMDes harus mampu menjadi penggerak ekonomi desa, bukan sekadar tempat mengelola penyertaan modal.

“Jangan sampai modal desa besar, tetapi perencanaan unit usahanya tidak matang. BUMDes harus mampu membuktikan bahwa modal yang diberikan desa bisa berkembang dan kembali memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.

Menurut BK, keterlibatan petani lokal juga memberikan manfaat ganda karena dapat menggerakkan perekonomian sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Petani lokal jangan hanya menjadi penerima program. Mereka harus diberi ruang menjadi pelaku utama. Ketika BUMDes tumbuh, petani ikut tumbuh dan perputaran ekonomi desa meningkat,” ujarnya.

Ia berharap keberhasilan BUMDes Sumber Rezeki dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Tebo. Namun, setiap desa dinilai harus menyesuaikan jenis usaha dengan potensi dan kondisi masing-masing.

“Yang penting bukan meniru jenis usahanya, tetapi cara berpikirnya. Mulai dari melihat potensi desa, menentukan komoditas, menghitung risiko, menyiapkan sarana pendukung, memilih pengelola yang kompeten hingga menghitung pasar dan keuntungan,” jelasnya.

BK juga berharap keberhasilan tersebut mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Harapan kita BUMDes bukan hanya mampu bertahan, tetapi naik kelas. Dari sekadar menjalankan program menjadi badan usaha desa yang profesional, menghasilkan keuntungan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA