Serius Tangani Sampah, Pemkab Merangin Tambah Armada dan Peralatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:29:16 WIB - Dibaca: 63 kali

Bupati Merangin M. Syukur saat menimbang sampah dalam kegiatan peluncuran program Bank Sampah dan Germas, Sabtu (15/8/2026). Foto: Saudi
Bupati Merangin M. Syukur saat menimbang sampah dalam kegiatan peluncuran program Bank Sampah dan Germas, Sabtu (15/8/2026). Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN — Bupati Merangin M. Syukur menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Kabupaten Merangin yang bersih, sehat, dan tertata. Pemerintah Kabupaten Merangin bahkan menyiapkan anggaran untuk memperkuat sarana dan armada operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Hal itu disampaikan M. Syukur saat memberikan arahan dalam peluncuran program Bank Sampah dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Sabtu (15/8/2026).

Syukur mengatakan kebutuhan yang diajukan DLH menjadi perhatian pemerintah daerah karena persoalan kebersihan merupakan salah satu prioritas.

"Tidak ada satu pun yang diminta oleh Dinas LH yang tidak dipenuhi. Itu karena saya pengin kota ini bersih, Merangin ini bersih," tegas Syukur.

Menurutnya, keindahan Indonesia tidak kalah dibandingkan negara-negara yang pernah dikunjunginya. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Merangin memprioritaskan pengadaan kendaraan dan peralatan kebersihan. Syukur mengatakan kebijakan pembelian kendaraan dinas secara umum dibatasi, tetapi pengecualian diberikan untuk mendukung tugas DLH.

"Sekarang itu tidak ada lagi pembelian mobil dinas, tapi khusus untuk LH saya perbolehkan. Kemarin kita beli dua lagi mobil dinas untuk LH," ungkapnya.

Syukur menambahkan, pada APBD Perubahan mendatang, pemerintah daerah kembali menyiapkan tiga unit kendaraan besar untuk mendukung operasional kebersihan. Anggaran untuk setiap kendaraan tersebut sekitar Rp 1,3 miliar.

Selain itu, Pemkab Merangin akan menambah Beko Loader, Amroll, serta 19 unit motor roda tiga yang nantinya dibagikan kepada kelurahan.

Penambahan sarana tersebut diharapkan memperkuat sistem pengelolaan sampah mulai dari tingkat kabupaten hingga lingkungan masyarakat.

Namun, Syukur mengingatkan penambahan fasilitas pemerintah tidak akan cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat.

Dia meminta program Bank Sampah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat.

"Begitu manjanya pemerintah terhadap masyarakat agar kota ini bersih. Itu pun masih sulit terwujud. Maka itu ibu-ibu, jadilah pelopor. Walaupun berada di lingkungan yang kecil, bank sampah ini bisa menjadi contoh buat orang banyak," pungkasnya. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA