Tujuh Depo Sampah Kota Jambi Ditargetkan Rampung Akhir Agustus

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:58:10 WIB - Dibaca: 69 kali

Wali Kota Jambi dr Maulana. Foto: David
Wali Kota Jambi dr Maulana. Foto: David ()

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat pembangunan dan pembenahan tujuh depo sampah yang tersebar di sejumlah titik di Kota Jambi. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus mendukung kelancaran proses pengangkutan sampah dari lingkungan masyarakat.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, pekerjaan fisik pada tujuh depo sampah tersebut saat ini masih berlangsung. Pemkot menargetkan seluruh proses pembangunan dan pembenahan dapat rampung pada akhir Agustus 2026.
“Insyaallah, di akhir bulan ini sudah selesai. Tapi untuk fungsi depo walaupun masih berjalan tetap berjalan,” kata Maulana, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, meski sejumlah pekerjaan fisik masih dilakukan, keberadaan depo tetap dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan persampahan. Sampah yang dikumpulkan dari rumah-rumah warga melalui Operasional Pengelolaan Berbasis Masyarakat (OPBM) tetap dibawa ke depo-depo yang sedang dalam tahap pembenahan.

“OPBM yang mengangkut dari rumah ke rumah itu membuang ke tujuh depo sampah yang saat ini dibangun,” ujarnya.
Pembenahan tujuh depo tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas penampungan sekaligus membuat pengelolaan sampah menjadi lebih tertata. Salah satu pekerjaan yang dilakukan yakni pengecoran lantai depo menggunakan beton agar fasilitas lebih kuat, bersih dan mudah dalam proses pemeliharaan.

Selain itu, Pemkot Jambi juga menyiapkan kontainer yang akan digunakan untuk menampung dan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, yakni sampah organik dan anorganik.
“Nanti di lantai depo semua dicor beton, kemudian ada kontainer organik dan anorganik,” jelas Maulana.

Tak hanya tempat penampungan, sistem pengelolaan air lindi juga menjadi bagian dari pembenahan depo sampah. Air lindi yang berasal dari proses penumpukan sampah akan dikelola agar tidak mencemari lingkungan dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu.
“Air lidinya bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik menyiram tanaman,” katanya.
Maulana memastikan, pembangunan fasilitas tersebut tidak mengganggu pelayanan pengangkutan sampah kepada masyarakat. Selama proses pembenahan berlangsung, aktivitas pengelolaan dan pengangkutan sampah tetap berjalan seperti biasa.

“Saat ini semua depo lagi dalam proses di tujuh titik. Tapi untuk pelayanan sampah tetap jalan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemkot Jambi terus memperluas penerapan OPBM sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Melalui sistem ini, sampah masyarakat diangkut dari rumah ke rumah sebelum dibawa ke depo yang telah disiapkan.

Pada tahap pertama, sebanyak 997 RT di Kota Jambi telah menjalankan sistem pengangkutan sampah melalui OPBM. Penerapan tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan sampah lebih teratur sekaligus mengurangi persoalan sampah yang menumpuk di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, RT yang belum masuk dalam penerapan tahap pertama akan menjadi sasaran pengembangan pada tahap kedua Program Kampung Bahagia. “Untuk sisanya akan diselesaikan di tahap kedua Kampung Bahagia. Sehingga semua bisa menggunakan OPBM dan depo sudah mendekati sempurna,” pungkasnya. (Dvd)





BERITA BERIKUTNYA