JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, membuka peluang pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Aset menyusul masih banyaknya aset milik Pemerintah Kota Jambi yang belum dikelola secara optimal, bahkan diduga memiliki persoalan administrasi maupun kepemilikan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Jambi meninjau sejumlah aset daerah pada Selasa (28/7/2026). Lokasi yang dikunjungi meliputi Sport Hall, Pasar Mayang, kawasan Pasir Putih, Pasar Malioboro, hingga Istana Anak-Anak.
Menurut Kemas, peninjauan dilakukan untuk memastikan aset daerah tidak hanya terawat, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dari hasil kunjungan, DPRD menemukan masih banyak aset yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Di kawasan Istana Anak-Anak, misalnya, sejumlah kios di lantai atas masih kosong. Kondisi serupa juga ditemukan di beberapa aset lainnya yang belum memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.
Banggar DPRD juga menyoroti aset pemerintah seluas sekitar 2,1 hektare di kawasan dekat Bandara Sultan Thaha yang diduga mengalami persoalan tumpang tindih kepemilikan. DPRD meminta Pemerintah Kota Jambi segera menyelesaikan persoalan tersebut agar aset daerah tetap terlindungi dan tidak beralih ke pihak lain.
Di sisi lain, DPRD memberikan apresiasi terhadap rencana pemanfaatan Sport Hall melalui kerja sama dengan pihak swasta sebagai pusat kegiatan UMKM. Kerja sama tersebut diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp1,6 miliar selama lima tahun, atau lebih dari Rp400 juta setiap tahunnya.
Kemas menegaskan seluruh hasil peninjauan akan menjadi bahan evaluasi bersama Pemerintah Kota Jambi. Bahkan, DPRD tidak menutup kemungkinan membentuk Pansus Aset apabila dianggap diperlukan untuk mempercepat penataan, pendataan, pengamanan, serta optimalisasi aset milik daerah.
"Kami ingin seluruh aset pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi sumber PAD, bukan justru menjadi beban karena tidak dikelola dengan baik. Jika memang diperlukan, pembentukan Pansus Aset menjadi salah satu opsi untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan aset yang ada," tegas Kemas. (DVD)
Toko Tani di Tebo Jadi Korban Penipuan Modus Sales Nakal, Rugi Rp7,3 Juta
Dicap Hoaks, SMSI Tebo Siap Dampingi JambiOtoritas ke Dewan Pers
Cegah Kenakalan Remaja, Polisi Beri Pembinaan Hukum kepada Siswa SMPN 3 Kota Jambi
UIN STS Jambi Finalisasi Penerimaan 20 Mahasiswa Asing, WR I Minta Seleksi Dokumen Diperketat
Warga Rejo Sari Lega Box Culvert Mulai Dibangun, Harap Jalan Tak Lagi Rusak Saat Hujan
Kota Jambi Deklarasikan Perang terhadap Geng Motor, Polisi Petakan Dua Aliansi Besar