Gubernur Al Haris Tegaskan Dukungan Penuh: Program Pertanian di Jambi Harus Nyata, Bukan Sekadar Wac

Selasa, 21 April 2026 - 16:29:11 WIB - Dibaca: 67 kali

Gubernur Jambi Al Haris bersama Wamentan RI Sudaryono melakukan tanam padi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Muara Bulian, Batang Hari, sebagai upaya percepatan swasembada pangan nasional.
Gubernur Jambi Al Haris bersama Wamentan RI Sudaryono melakukan tanam padi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Muara Bulian, Batang Hari, sebagai upaya percepatan swasembada pangan nasional. (David)

JAMBIPRIMA.COM, BATANG HARI – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk mendukung penuh program strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional. Komitmen tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Dr. H. Sudaryono, B.Eng., M.M., M.B.A., pada kegiatan Tanam Padi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak dan diikuti oleh 16 provinsi di Indonesia melalui sambungan daring. Selain penanaman padi, agenda juga diisi dengan dialog interaktif antara pemerintah pusat, kepala daerah, penyuluh pertanian, dan para petani dari berbagai wilayah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief, Wakil Bupati Batang Hari Bahtiar, unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), penyuluh pertanian, serta kelompok tani.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat tani agar seluruh program pertanian dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani.

Menurut Al Haris, Pemerintah Provinsi Jambi siap menindaklanjuti berbagai arahan pemerintah pusat, mulai dari pengembangan lahan pertanian, program cetak sawah baru, hingga percepatan masa tanam guna meningkatkan produksi pangan daerah.

"Pemprov Jambi siap mendukung penuh seluruh program pemerintah pusat. Apa yang menjadi harapan pemerintah pusat akan kami tindak lanjuti semaksimal mungkin. Yang terpenting, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani," tegas Al Haris.

Ia mengingatkan bahwa musim tanam saat ini harus dimanfaatkan secara optimal karena faktor cuaca merupakan hal yang tidak dapat dikendalikan. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan peningkatan produksi pertanian.

Gubernur Al Haris juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang terus memberikan dukungan kepada petani Jambi melalui penyediaan benih unggul dan pupuk bersubsidi. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas hasil panen.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah, petani, penyuluh, dan seluruh stakeholder harus bergerak bersama. Ini adalah kerja kolektif untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional," ujarnya.

Lebih lanjut, Al Haris mengungkapkan bahwa produksi padi Provinsi Jambi saat ini baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan konsumsi masyarakat. Masih terdapat kekurangan sekitar 29 persen yang harus dikejar untuk mencapai target swasembada pangan.

Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Pusat telah merealisasikan Program Cetak Sawah Rakyat di Provinsi Jambi seluas 1.469,51 hektare pada tahun 2025. Sementara pada tahun 2026, program tersebut kembali dilanjutkan dengan target pengembangan lahan sawah baru seluas 1.009,32 hektare.

Adapun lokasi pengembangan cetak sawah rakyat tahun 2026 direncanakan berada di Kabupaten Bungo, Tebo, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, dan Batang Hari.

"Pemprov Jambi bersama pemerintah kabupaten dan seluruh pihak terkait akan terus bersinergi untuk menyukseskan Program Cetak Sawah Rakyat yang dilanjutkan dengan penanaman padi. Ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian pangan daerah," kata Al Haris.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono mengingatkan pentingnya percepatan tanam pada musim hujan sebelum memasuki musim kemarau dan potensi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Menurutnya, air merupakan faktor utama yang tidak bisa disediakan oleh pemerintah, berbeda dengan benih dan pupuk yang dapat diberikan melalui berbagai program bantuan.

"Saat ini masih musim hujan. Momentum ini jangan disia-siakan. Benih bisa kita berikan gratis, pupuk bisa disubsidi, tetapi hujan tidak bisa kita ciptakan. Karena itu, tanam sekarang selagi air masih tersedia," ujar Sudaryono.

Wamentan juga meminta seluruh kepala daerah, dinas pertanian, penyuluh, dan stakeholder terkait untuk mempercepat gerakan tanam di seluruh wilayah, baik pada lahan cetak sawah baru, sawah eksisting, maupun lahan rawa yang berpotensi untuk dikembangkan.

Ia menegaskan bahwa seluruh lahan produktif yang masih kosong harus segera dimanfaatkan demi menjaga ketahanan pangan nasional.

"Semua lahan yang bisa ditanami, tanam sekarang. Jangan menunggu. Jika ada kendala di lapangan, sampaikan kepada pemerintah. Kami siap membantu, baik kebutuhan benih maupun alat dan mesin pertanian," tegasnya.

Kunjungan kerja tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui program-program yang berdampak langsung di lapangan. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA