Peralatan Hibah BLK Senilai Rp650 Juta Tiba di Tebo, Sebagian Dititip di Rumah Dinas Bupati

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:19:00 WIB - Dibaca: 96 kali

Salah satu Alat hibah dari BLK Prov Jambi.
Salah satu Alat hibah dari BLK Prov Jambi. (David)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Peralatan hibah Balai Latihan Kerja (BLK) dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi kini telah tiba di Kabupaten Tebo. Sejumlah alat bantuan untuk menunjang pelatihan kerja masyarakat itu saat ini berada di kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi (Disnakertranskop) Kabupaten Tebo, sementara sebagian lainnya untuk sementara dititipkan di rumah dinas Bupati Tebo.

Penempatan sementara tersebut dilakukan karena Pemerintah Kabupaten Tebo hingga kini masih menunggu pembangunan gedung BLK rampung sehingga seluruh peralatan dapat ditempatkan sesuai kebutuhan dan standar operasional.

Kepala Disnakertranskop Kabupaten Tebo melalui Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta), Nofri Zamhar mengatakan, bantuan hibah itu merupakan hasil kesepakatan antara Disnakertrans Provinsi Jambi dengan Disnakertranskop Kabupaten Tebo.

“Setelah dilakukan penandatanganan kesepakatan antara Disnakertrans Provinsi Jambi dan Disnakertranskop Tebo, ada sebanyak 14 item peralatan BLK yang diserahkan kepada Kabupaten Tebo,” ujar Nofri, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah peralatan yang telah diterima di antaranya mesin press, mesin bubut, mesin potong plat, travo, mesin jahit hingga genset. Bahkan, menurutnya, genset awalnya tidak termasuk dalam daftar utama hibah, namun akhirnya ikut diambil setelah pihak kabupaten diberi kesempatan memilih tambahan alat yang tersedia.

“Salah satu alat yang kita terima seperti mesin press, bubut dan potong plat, travo, mesin jahit serta genset. Awalnya genset tidak ada, tapi karena disuruh pilih maka kita ambil juga,” katanya.

Meski begitu, tidak seluruh peralatan hibah langsung dibawa ke Kabupaten Tebo. Beberapa alat dengan ukuran besar dan bernilai tinggi sementara masih ditunda pengambilannya karena membutuhkan lokasi permanen dan teknisi khusus untuk pemasangan.

“Ada beberapa alat yang belum bisa kita ambil karena tempatnya belum tersedia dan pemasangannya harus permanen serta membutuhkan teknisi khusus. Nilai alatnya ratusan juta, jadi sementara ditunda dulu,” jelasnya.

Nofri menambahkan, apabila pembangunan gedung BLK Kabupaten Tebo telah selesai dan belum ada daerah lain yang mengajukan permintaan terhadap alat tersebut, maka pihaknya akan kembali mengajukan pengambilan peralatan tambahan itu.

Menurutnya, total nilai hibah peralatan BLK yang diterima Kabupaten Tebo mencapai lebih dari Rp650 juta. Seluruh aset tersebut juga telah tercatat dalam data aset Pemerintah Provinsi Jambi dengan perhitungan nilai penyusutan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, untuk pembangunan gedung BLK Kabupaten Tebo sendiri saat ini telah memasuki tahap tender dan proses pengerjaannya diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Pembangunan gedung BLK sekarang sudah masuk tahap tender. Pelaksanaannya ditangani Dinas PUPR. Setelah gedung selesai, baru kita kondisikan penempatan alat-alatnya, minimal nanti tersedia tiga gedung,” imbuh Nofri.

Terkait kondisi dan kelayakan alat hibah yang diterima, Nofri mengaku pihaknya belum dapat memastikan secara detail karena proses peralihan aset dilakukan berdasarkan data nilai penyusutan dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi.

“Soal layak atau tidaknya alat hibah tersebut, saat proses peralihan kami belum bisa memastikan secara keseluruhan karena mengacu pada data aset dan nilai susut dari Bakeuda Provinsi Jambi,” pungkasnya. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA