JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Setelah 11 hari dinyatakan hilang tenggelam di Sungai Batanghari, seorang remaja bernama Rizky Ramadhani (16), warga Dusun Gajah Mati, Desa Sungai Keruh, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (13/5/2026).
Korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 11.00 WIB, tidak jauh dari lokasi awal dirinya dilaporkan tenggelam pada Sabtu, 2 Mei 2026 lalu. Penemuan jasad korban sontak membuat suasana duka menyelimuti keluarga dan warga setempat yang sejak awal terus berharap Rizky dapat ditemukan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, membenarkan penemuan korban tersebut. Ia mengatakan, jasad Rizky ditemukan mengapung di Sungai Batanghari dengan jarak sekitar 400 meter dari titik awal korban tenggelam.
“Benar, tadi siang sekitar pukul 11.00 WIB korban atas nama Rizky Ramadhani telah ditemukan oleh warga dengan radius kurang lebih 400 meter dari lokasi tenggelam,” ujar Joko.
Menurutnya, saat ditemukan kondisi korban sudah meninggal dunia. Warga bersama pihak terkait langsung melakukan evakuasi sebelum jenazah dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga.
“Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa pulang dan dimakamkan pada hari itu juga,” tambahnya.
Sebelumnya, proses pencarian terhadap Rizky melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TRC BPBD Kabupaten Tebo, aparat desa, TNI-Polri, serta masyarakat setempat. Selama tujuh hari pencarian, tim menyisir aliran Sungai Batanghari menggunakan perahu karet dan peralatan pencarian lainnya.
Namun hingga Jumat (8/5/2026), korban belum berhasil ditemukan sehingga operasi pencarian resmi dihentikan. Meski begitu, BPBD tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat sekitar untuk memantau kemungkinan adanya tanda-tanda keberadaan korban.
“Walaupun operasi pencarian resmi ditutup, kami tetap berkoordinasi dengan pihak desa. Jika ada informasi terbaru, masyarakat diminta segera melapor,” pungkas Joko.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar Sungai Batanghari, terutama bagi anak-anak dan remaja, mengingat arus sungai yang cukup deras dan berbahaya pada waktu tertentu. (DVD)
Festival Hutan Adat Jambi Dorong Pelestarian Lingkungan dan Penguatan Peran Masyarakat Adat
Dies Natalis dan Wisuda UNJA Jadi Momentum Penguatan Pendidikan dan SDM Jambi
SAH: Program Prabowo Mulai Dirasakan Nyata, Ekonomi Rakyat Jadi Fokus Utama
Pemkab Tebo Lantik PAW Kades dan BPD di Sejumlah Desa, Abdul Malik Tekankan Tanggung Jawab Aparatur
Ekonomi Bergerak, Pengangguran di Jambi Berangsur Menurun pada 2026
MA PKP Al-Hidayah Jambi Ajak 125 Santriwati Kenal Dunia Kampus Lewat Edukasi ke UIN STS
Longsor Terjang Rumah Warga di Bungo, Dua Bocah Tewas Tertimbun