JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mendorong penguatan peran kegiatan kepramukaan dalam sistem pendidikan nasional. Ia mengusulkan agar Pramuka secara lebih tegas dijadikan sebagai jalur prestasi dalam proses penerimaan siswa baru di sekolah.
Usulan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat mengikuti kegiatan retreat Ketua DPRD se-Indonesia dalam rangka Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI di Akademi Militer Magelang, pada 15 hingga 19 April 2026.
Dalam forum nasional tersebut, Kemas Faried yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Jambi menegaskan bahwa Pramuka memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda, termasuk dalam aspek kepemimpinan, kedisiplinan, hingga kemandirian.
Menurutnya, selama ini prestasi di bidang kepramukaan belum mendapatkan porsi yang optimal dalam sistem seleksi masuk sekolah. Padahal, banyak siswa yang aktif dan berprestasi di Pramuka, baik di tingkat daerah maupun nasional, namun belum sepenuhnya mendapatkan pengakuan yang setara dengan prestasi akademik.
“Kami berharap ke depan Pramuka bisa dirumuskan lebih jelas dalam petunjuk teknis sebagai jalur prestasi. Ini penting agar siswa yang aktif dan memiliki capaian di kepramukaan mendapatkan kemudahan serta keadilan dalam proses penerimaan sekolah,” ujar Kemas Faried.
Ia menilai, kebijakan ini tidak hanya relevan untuk Kota Jambi, tetapi juga penting diterapkan secara nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap jalur non-akademik. Dengan demikian, siswa memiliki ruang lebih luas untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya, tanpa terpaku pada capaian akademik semata.
Lebih lanjut, Kemas Faried juga menekankan bahwa penguatan jalur prestasi Pramuka dapat menjadi strategi dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pada prinsipnya kegiatan Pramuka telah masuk dalam kategori jalur prestasi non-akademik dalam sistem penerimaan murid baru. Selain Pramuka, jalur ini juga mencakup bidang olahraga, seni, serta kepemimpinan melalui organisasi sekolah seperti OSIS.
“Keaktifan siswa dalam Pramuka menjadi salah satu aspek penilaian dalam jalur non-akademik. Ini sebenarnya sudah diakomodasi, tinggal bagaimana implementasinya bisa lebih optimal di daerah,” jelas Abdul Mu’ti.
Meski demikian, ia membuka ruang untuk penguatan regulasi maupun petunjuk teknis agar pengakuan terhadap prestasi kepramukaan dapat lebih merata dan terukur di seluruh Indonesia.
Kegiatan retreat KPPD ini diikuti oleh para Ketua DPRD dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas kepemimpinan daerah. Acara tersebut dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan dihadiri sejumlah menteri kabinet.
Momentum ini dimanfaatkan Kemas Faried untuk menyuarakan aspirasi daerah, khususnya dalam mendorong kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Ia berharap, ke depan Pramuka tidak hanya dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler semata, tetapi juga sebagai jalur prestasi yang memiliki nilai strategis dalam mencetak generasi unggul. (DVD)