JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Tokoh masyarakat Desa Pagar Puding yang juga Anggota Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Tebo, Mursalin, menyampaikan kekhawatiran serius terhadap pengerjaan proyek pembangunan turap yang bersumber dari hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp20,4 miliar. Menurutnya, sejak awal pihaknya sudah mewanti-wanti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo dan kontraktor pelaksana PT Pulau Bintan Bestari agar tidak main-main dalam menjalankan proyek yang menyangkut keselamatan masyarakat tersebut.
Ia menegaskan, kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Pada tahun 2014 lalu, proyek bronjong di lokasi yang sama pernah gagal dan mengalami longsor, sehingga meninggalkan kekecewaan mendalam di tengah warga. “Sejak awal kami sudah mengingatkan agar pekerjaan dilaksanakan dengan serius dan sesuai standar. Pada proyek sebelumnya saja, saat sudah ditegur Komisi 3 DPRD dan BPBD, pihak rekanan tetap mengabaikan pengawasan,” ujar Mursalin, Senin (22/12/2025).
Melihat kondisi pekerjaan saat ini, Mursalin menilai penyelesaian proyek hingga akhir Desember sangat kecil kemungkinan tercapai. Selain waktu yang sudah mepet, progres di lapangan dinilai masih banyak yang tertinggal dari target. “Secara deadline sudah kritis, dan jika kita lihat langsung kondisinya, pekerjaan masih jauh dari kata selesai,” tegasnya.
Meski demikian, masyarakat Pagar Puding tetap berharap proyek tersebut dapat diselesaikan dengan hasil yang baik karena menyangkut kepentingan umum dan keselamatan warga. Namun, menurut Mursalin, bila terjadi keterlambatan ataupun ketidaksesuaian pekerjaan, maka harus ada konsekuensi yang jelas, terutama terkait penggunaan anggaran negara.
Karena itu, ia mendesak Komisi III DPRD Tebo untuk turun tangan dan melakukan audit terhadap penggunaan dana proyek tersebut. “Jangan terburu-buru melakukan pembayaran. Harus dihitung secara jelas berapa potensi kerugian negara jika pekerjaan tidak sesuai,” tegasnya.
Mursalin menyebut, sejak Minggu (21/12/2025) hingga malam hari, para pekerja terlihat lembur. Bahkan pada Senin pagi, dirinya melihat puluhan pekerja tambahan yang disebut berasal dari Lampung ikut dikerahkan. Meski pihak pelaksana menargetkan pekerjaan selesai pada 30 Desember 2025, ia tetap meragukan target tersebut bisa tercapai tepat waktu.
“Target dari general superintendent di lapangan tanggal 30 Desember selesai. Tapi melihat kondisi sekarang, saya tidak yakin proyek itu akan tuntas sesuai jadwal,” pungkasnya. (ARD)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Tebo #Jambi #DPRD #BupatiTebo #bpbd
Operasi Antik Siginjai 2026 Ungkap 154 Kasus Narkoba, 236 Tersangka Diamankan
Jelang HUT RI ke-81, Liga Marisa Serukan Semangat Gotong Royong dan Bangun Tebo
SAH Ajak Warga Jambi Maknai Kemerdekaan dengan Perbanyak Sadaqah
Rektor UIN STS Jambi Buka Visitasi 3 Prodi Pascasarjana, Target Segera Berizin
Hari Pramuka ke-65, Pemdes Purwodadi Gelar Upacara Libatkan Santri Ponpes Al Amanah
Wali Kota Jambi Perintahkan Psikolog dan Inspektorat Usut Dugaan Intimidasi Guru
Distribusi BBM ke SPBU Tebo Telat, Warga Berebut Pertalite hingga Rp20 Ribu/Liter