Wali Kota Jambi Perintahkan Psikolog dan Inspektorat Usut Dugaan Intimidasi Guru

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:29:36 WIB - Dibaca: 60 kali

Wali Kota Jambi, dr Maulana. Foto: David
Wali Kota Jambi, dr Maulana. Foto: David ()

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Dugaan intimidasi terhadap seorang guru SD di Kota Jambi yang sebelumnya mendapat perhatian DPRD kini ditindaklanjuti serius oleh Pemerintah Kota Jambi.

Wali Kota Jambi, dr Maulana, memerintahkan Dinas Pendidikan untuk turun langsung mengecek kondisi guru tersebut dan mengumpulkan keterangan terkait dugaan intimidasi yang disebut dilakukan oleh kepala sekolah.

Tak hanya Dinas Pendidikan, Pemkot Jambi juga melibatkan psikolog untuk memastikan kondisi psikologis korban sekaligus menggali kronologi dan fakta yang terjadi.

“Perihal ada seorang guru yang katanya diduga diintimidasi oleh kepala sekolah, saya sudah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk mengecek langsung. Kita juga turunkan psikolog untuk mengecek apakah betul dan bagaimana kronologinya,” ujar Maulana.

Maulana juga memerintahkan Inspektorat Kota Jambi melakukan pemeriksaan. Ia menegaskan, jika nantinya ditemukan pelanggaran, pihak yang terbukti bersalah akan diberikan sanksi sesuai aturan dan jenis pelanggarannya.

“Inspektorat juga sudah saya perintahkan untuk turun. Kalau benar nantinya ditemukan kesalahan, akan kita beri sanksi sesuai aturan yang ada dan jenis pelanggarannya,” tegasnya.

Dugaan intimidasi dan pelecehan verbal tersebut sebelumnya dilaporkan pihak keluarga kepada Anggota DPRD Kota Jambi, Fahrul Ilmi. Setelah menerima laporan, Fahrul mendatangi kediaman guru untuk mendengar keterangan keluarga sekaligus memastikan kondisi korban.

Dinas Pendidikan Kota Jambi juga telah melakukan penelusuran dengan mendatangi sekolah dan kediaman guru. Tim yang turun melibatkan Kepala Dinas Pendidikan, Pengawas Pembina SDN 64 Kota Jambi, serta Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiyono, sebelumnya mengatakan penanganan awal difokuskan pada kondisi psikologis guru karena saat itu korban masih sakit dan belum dapat dimintai keterangan secara langsung.

Dengan adanya instruksi terbaru dari Wali Kota, pemeriksaan kini diperluas dengan melibatkan psikolog dan Inspektorat. Pemkot Jambi memastikan seluruh pihak akan dimintai keterangan untuk mengungkap fakta secara objektif sebelum menentukan langkah lebih lanjut. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA