SAH Ajak Warga Jambi Maknai Kemerdekaan dengan Perbanyak Sadaqah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:11:47 WIB - Dibaca: 50 kali

Sutan Adil Hendra dalam acara silaturahmi dengan salah satu grup pengajian di kota Jambi. Foto: Rahim
Sutan Adil Hendra dalam acara silaturahmi dengan salah satu grup pengajian di kota Jambi. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH) mengajak masyarakat memaknai momentum Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dengan memperkuat kepedulian sosial.

SAH menilai kemerdekaan tidak semata-mata dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat. Salah satu bentuk nyata yang dapat dilakukan, menurut dia, ialah memperbanyak sadaqah.

Hal itu disampaikan SAH dan dikonfirmasi pada Jumat (14/8/2026). Menurutnya, sadaqah tidak hanya berkaitan dengan memberikan sebagian harta, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial untuk membantu sesama keluar dari kesulitan.

"Sadaqah yang kita berikan mungkin terlihat kecil bagi kita, tetapi bisa menjadi sangat berarti bagi orang lain. Ketika kita membantu memenuhi kebutuhan saudara kita, sesungguhnya kita sedang ikut memerdekakan mereka dari kesulitan," ujar SAH.

SAH mengatakan semangat sadaqah memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan yang sesungguhnya juga harus tercermin dari adanya kesempatan bagi setiap warga untuk hidup layak, memperoleh pendidikan, mendapatkan pangan yang cukup serta memiliki harapan meningkatkan kesejahteraan.

Karena itu, dia mengajak kader Gerindra dan masyarakat Jambi menjadikan kepedulian sosial sebagai budaya bersama. Berbagi, kata SAH, tidak seharusnya hanya dilakukan pada momentum tertentu.

"Jangan menunggu menjadi kaya untuk bersedekah. Berbagi dapat dimulai dari apa yang kita miliki dan dari kemampuan yang kita punya. Yang terpenting adalah keikhlasan dan niat untuk membantu," katanya.

Sadaqah Tak Hanya Berupa Harta

SAH yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi itu menilai makna sadaqah dalam arti luas tidak terbatas pada pemberian materi. Menurutnya, ilmu, tenaga, waktu, perhatian hingga kesempatan yang diberikan kepada orang lain juga dapat menjadi bentuk berbagi.

Dia berharap semangat tersebut dapat menjadi kekuatan sosial dalam membangun daerah. Masyarakat, lanjut SAH, perlu saling membantu agar persoalan sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Kemerdekaan akan semakin bermakna ketika kita mampu menghadirkan kemerdekaan bagi orang lain—memerdekakan dari lapar, dari ketidakberdayaan, dari keterbatasan dan dari keputusasaan. Salah satu jalannya adalah dengan memperbanyak sadaqah dan kepedulian," tegasnya.

Menurut SAH, sadaqah pada akhirnya bukan sekadar memberikan sesuatu kepada orang lain. Lebih dari itu, sadaqah dinilai dapat menjadi investasi kebaikan yang memperkuat hubungan sosial, persaudaraan dan keberkahan dalam kehidupan.

Kemerdekaan Harus Hadir di Tengah Masyarakat

SAH berharap peringatan HUT ke-81 RI tidak berhenti pada seremoni. Dia mendorong agar momentum kemerdekaan diisi dengan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Solidaritas dan kepedulian masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun bangsa yang kuat.

"Semangat kemerdekaan harus menjadi semangat berbagi. Karena ketika kita mampu membuat orang lain tersenyum dan meringankan bebannya, di situlah nilai kemerdekaan benar-benar hadir di tengah masyarakat," pungkasnya. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA