JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Ketua Karang Taruna Indonesia (KTI) Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir, Masik, menyayangkan sikap kontraktor pelaksana Proyek Nasional Drainase Jalan Lintas Sumatera yang menumpuk tanah hasil galian di depan SMP Negeri 2 Merangin.
Menurutnya, tanah yang dibiarkan menumpuk tersebut merusak pemandangan dan mengganggu lingkungan sekolah. Ia menilai kontraktor kurang profesional dalam menyelesaikan pekerjaannya.
“Ini sudah merusak keindahan lingkungan sekolah. Kontraktor harusnya bekerja profesional, karena ini menggunakan uang negara, bukan proyek pribadi,” tegas Masik, Kamis.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Merangin, El, mengaku kecewa karena pihak kontraktor tidak menepati janji awal untuk meratakan kembali tanah yang dititipkan di depan sekolah.
“Awalnya mereka janji akan meratakan tanah setelah pekerjaan selesai, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” ujar El saat dikonfirmasi di halaman sekolah.
Terpisah, pihak kontraktor proyek, Rian, membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan penempatan tanah di depan SMPN 2 Merangin dilakukan atas permintaan pihak sekolah.
“Itu permintaan Pak Jhon, suami Ibu Kepala Sekolah. Tanah itu tanah negara dan proyek ini juga proyek negara. Kalau mau diratakan lagi, tentu perlu biaya tambahan untuk alat dan bahan bakar,” jelas Rian.
Hingga berita ini diterbitkan, tumpukan tanah masih terlihat di depan SMPN 2 Merangin, dan belum ada kejelasan kapan akan dirapikan. (Lil)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Merangin #Jambi #BupatiMerangin
Rakerda Pramuka Jambi 2026 Digelar, Bahas Evaluasi dan Program Kerja
Satpol PP Tebo Siap Lelang Ternak Liar, Penertiban Segera Digelar
Parah! 3 Titik Jalan Nasional Niam–Lubuk Tenggelam, Akses Tebo ke Tanjab Barat Putus
Pendataan Koperasi Bermasalah di Tebo Terkendala Anggaran dan Armada
PT Tebo Indah Siap Jalankan Rekomendasi DPRD Tebo Pasca Sidak