Jambione.com, HARNI dan Aryo (bukan nama sesungguhnya) merupakan sepasang kekasih. Hubungannya sudah berjalan dua tahun. Mereka saling kenal klop. Sebab hobinya sama. Yaitu mabuk miras dan nonton orkes.
Tiap Minggu acara orkes mereka datangi. Mulai dekat hingga jauh jaraknya, mereka berdua tetap tancap gas. Bahkan, bisa saja seperti minum obat. Bisa di desa A berganti ke B hingga C. Kurang pas mendengarkan musik tanpa alkohol. Karena adrenalin dan syahdunya musik tak bisa mereka rasakan.
”Sini tos dulu, Ning. Biar jreng,” katanya Aryo kepada Harni.
Suatu ketika kepala mulai berat. Alkohol gelas demi gelas ditenggak kedua sejoli itu. Musik orkes pun berhenti. Tandanya pertunjukan musik sudah selesai. Mereka berdua memutuskan pulang ke rumah Aryo. Kebetulan saat itu keadannya sepi.
Tengok kanan kiri, Aryo memastikan di sekitaran aman. Dengan diiringi membopong tubuh Harni menuju ke kamar. Tak selang lama Aryo sudah melecuti baju Harni. Tak terelakan hubungan di luar nikah itu dilakukan kedua sejoli itu.
Beberapa bulan kabar mulai datang dari Harni. Ia menceritakan kepada Aryo bahwa ia positif hamil. Aryo pun memberanikan dirinya untuk menikahi Harni. Tetapi sempat ditolak orang tua Harni. Lantaran calon menantunya pengangguran. Sekaligus keluarga Aryo broken home. Ibunya menikah lagi. Sedangkan ayahnya sering judi dan suka menjual tanahnya untuk modal judi. Tetapi Aryo bisa meyakinkan hati orang tua Harni.
”Saya benar sungguh-sungguh ingin menikahi anak ibuk. Akan saya bahagiakan,” ujarnya meluluhkan hati calon mertuanya.
Jalan rumah tangga Aryo dan Harni berjalan tak mulus. Harni inginnya tobat dan menghilangkan kebiasan buruknya di masa lalu. Tetapi suaminya masih suka mabuk-mabukan dan nonton orkes. Bahkan, Aryo sempat ditegur pak RT. Karena sering mabuk dan meresahkan masyarakat.
Status Aryo masih jadi penggangguran. Tiap punya uang habis untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Ingin main judi lagi, tapi tak punya uang. Dia akhirnya nekat menggelapkan motor. Hasilnya kemudian dipakai untuk judi.
Tindakan itu dilaporkan oleh pemilik motor ke polisi. Aryo pun jadi target operasi (TO). Masa depan Aryo pun suram, ketika polisi berhasil menciduknya. Istrinya sekarang sendiri. Rumah tangganya hancur. Harni memutuskan pulang ke rumah orang tuanya. Ia merasa menyesal tak mendengarkan omongan orang tuanya. Cinta telah membutakannya.
”Mau ngajuin cerai saja. Sudah muak dengan kelakuan suami,” gerutunya. (gal)