JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Kemarau panjang mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kota Jambi. Sumur yang menjadi sumber air utama warga mengering, sehingga kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi.
Kondisi tersebut dialami warga RT 43, kawasan Simpang Tiga Sipin, Kota Jambi. Sebagian warga bahkan terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satunya Nenek Okta (65). Ia mengaku sumur di rumahnya telah mengering selama sekitar dua bulan.
Selama kondisi tersebut, Okta terpaksa membeli air bersih dengan biaya yang cukup besar. Untuk mendapatkan sekitar 1.000 liter air, ia harus merogoh kocek hingga Rp70 ribu.
"Sudah dua bulan kami mengalami kekeringan. Selama ini kami hanya bisa beli air. Ini baru ada perhatian dari Pemerintah Kota Jambi melalui penyaluran air," kata Okta, Selasa (6/10/2026).
Menurut Okta, bantuan air bersih dari Pemerintah Kota Jambi sangat membantu warga yang kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha yang turun langsung melihat kondisi masyarakat.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Wakil Wali Kota Diza atas bantuan air bersih ini. Semoga bantuan ini bisa terus berlanjut sampai musim penghujan," ujarnya.
Di sisi lain, persoalan air bersih di kawasan tersebut ternyata tidak hanya dialami warga yang mengandalkan sumur.
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengatakan, sebagian warga RT 43 yang merupakan pelanggan Perumda Tirta Mayang juga mengalami gangguan distribusi air.
"Di RT 43 ini memang ada warga yang sumurnya mengalami kekeringan. Selain itu, ada juga pelanggan PDAM Tirta Mayang yang mengalami kesulitan air bersih," kata Diza.
Diza menjelaskan, berdasarkan informasi dari Direktur Perumda Tirta Mayang, gangguan distribusi tersebut terjadi akibat kerusakan pada booster.
"Jadi kalau adanya pelanggan PDAM yang di RT 43 ini memang ada kerusakan di booster PDAM sehingga tidak dapat menyalurkan air bersih," ujarnya.
Perbaikan booster tersebut, kata Diza, ditargetkan selesai sehingga distribusi air dapat kembali normal pada November 2026.
Sambil menunggu perbaikan dan datangnya musim penghujan, Pemerintah Kota Jambi melakukan penyaluran air bersih secara langsung kepada warga yang membutuhkan.
Bantuan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pelanggan Perumda Tirta Mayang, tetapi juga masyarakat yang menggunakan sumur dan terdampak kekeringan.
"Untuk masyarakat Kota Jambi, khususnya di Simpang Tiga Sipin, yang menggunakan sumur dan mengalami kekeringan, kami juga sesuai arahan Pak Wali Kota untuk mendistribusikan air bersih ke area yang mengalami kekurangan air bersih," pungkas Diza. (DVD)
PT TPIL Tunggak Pembayaran TBS Petani Plasma Rp1,2 Miliar, Wacana Putus Kemitraan Muncul
Kemarau Panjang Bikin Sumur Warga Kering, Sekali Beli Air Harus Rogoh Rp70 Ribu
DPRD Kota Jambi Soroti Dugaan Plagiasi Naskah Akademik Ranperda hingga 60 Persen
Pembelajaran Bahasa Arab di Era Digital Tak Cukup Cuma Nahwu dan Sharaf
Sampah ke TPA Talang Gulo Masih 400 Ton per Hari, Pemilahan dari Rumah Jadi Tantangan
ISPU Jambi Tembus 389, Kabut Asap Mulai Menekan Warga yang Tetap Bekerja
Arisan Bulanan PKK Kecamatan Bathin III Digelar di Aula Kantor Camat