Jambi Waspada, 273 Hotspot Terdeteksi dan Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:32:13 WIB - Dibaca: 175 kali

Udara Kota Jambi tidak Sehat seiring maraknya Karhutla.
Udara Kota Jambi tidak Sehat seiring maraknya Karhutla. (David )

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Masyarakat Kota Jambi diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul memburuknya kualitas udara akibat meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.

Data BMKG mencatat sebanyak 273 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah Jambi, di antaranya Muaro Jambi, Batanghari, Tebo, Bungo, Merangin, Kerinci, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur.

Kondisi tersebut berdampak terhadap kualitas udara di Kota Jambi. Berdasarkan pemantauan real time pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, Kota Jambi berada di peringkat ketiga kota dengan AQI+ US tertinggi di Indonesia, dengan nilai 166.

Kualitas udara tersebut masuk kategori tidak sehat, dengan polutan utama PM2.5 mencapai 77,2 µg/m³. Jambi berada di bawah Palembang dengan AQI 284 dan Pontianak 217.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan parameter Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara Jambi juga mengalami peningkatan pencemaran.

"Pada pukul 11.00 WIB, ISPU Kota Jambi masih 89 atau kategori sedang. Sekitar pukul 12.00 WIB meningkat menjadi 101, dengan parameter kritis PM2.5 dan masuk kategori tidak sehat," kata Mahruzar, Minggu (23/8/2026).

Mahruzar mengimbau masyarakat yang rentan atau sensitif terhadap gangguan pernapasan untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

DLH Kota Jambi juga terus memantau kualitas udara serta berkoordinasi dengan BPBD Kota Jambi untuk membahas penanganan kabut asap.

"Kita saat ini lagi koordinasi untuk rapat koordinasi dengan Pak Kalak BPBD Kota tentang asap," ujarnya.

Dengan meningkatnya hotspot dan memburuknya kualitas udara, masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, serta kelompok sensitif terhadap gangguan pernapasan, diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat kondisi udara memburuk. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA