Diza Buka Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen, Hidupkan Kembali Tradisi dan Kuliner Masa Lalu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29:17 WIB - Dibaca: 179 kali

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.
Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha. (David)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI — Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha membuka Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen Kuliner Nusantara di Lapangan Langit Biru, Kecamatan Jambi Timur, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menjadi upaya Pemerintah Kota Jambi menghidupkan kembali permainan tradisional sekaligus melestarikan kuliner warisan masa lalu.

Diza mengatakan, festival tidak sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai budaya dan ekonomi. Permainan layang-layang dinilai mampu membangkitkan kembali semangat kebersamaan sekaligus mengenalkan tradisi kepada generasi muda.

“Festival ini bukan sekadar hiburan. Kita ingin menghidupkan kembali permainan tradisional dan kuliner yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kota Jambi,” ujar Diza.

Menurutnya, festival juga membuka ruang bagi pelaku UMKM, pengrajin, komunitas, seniman dan pelaku ekonomi kreatif untuk mempromosikan produk mereka. Aktivitas tersebut diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi Mariani Yanti mengatakan, festival berlangsung selama tiga hari, hingga Sabtu (22/8/2026).

Festival Jajanan Bengen menghadirkan beragam makanan dan jajanan tempo dulu sebagai upaya memperkenalkan kembali cita rasa khas masa lalu kepada generasi muda.

“Kita ingin mengingatkan kembali permainan sederhana yang memiliki nilai kebersamaan dan kenangan bagi masyarakat Kota Jambi,” kata Mariani.

Puncak kegiatan dijadwalkan Sabtu (22/8/2026), dengan sejumlah agenda seperti olahraga, panjat pinang, musik hiburan, pelayanan perlindungan sosial serta layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Kegiatan turut dihadiri Sekda Kota Jambi A. Ridwan, sejumlah kepala OPD, camat, lurah, tokoh masyarakat dan warga.

Pemkot Jambi berharap festival tersebut dapat menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA