JAMBIPRIMA.COM, BUNGO - Tanaman kelapa sawit milik Pak Sukir, warga Tirta Mulya, Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, tumbuh bongsor dan subur. Perawatan maksimal sejak awal menjadi salah satu kunci tanaman sawit tersebut mampu tumbuh optimal dan menghasilkan secara maksimal.
Saat dihubungi Jambiprima.com, Minggu (16/8/2026), Sukir mengatakan perawatan kebun dilakukan dengan mengacu pada standar PPKS Medan. Tahapan perawatan dimulai sejak penanaman, pemupukan, kastrasi hingga pemeliharaan piringan.
"Mulai dari penanaman, pemupukan, kastrasi sampai piringan, semuanya harus diperhatikan. Kalau perawatannya maksimal, pertumbuhan sawit juga bagus," kata Sukir.
Ia menjelaskan, kastrasi dilakukan sebagai bagian dari perawatan tanaman pada fase awal. Menurutnya, tahapan tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih optimal sebelum memasuki fase produksi.
"Kastrasi itu juga penting, jangan sampai dilewatkan. Kita fokuskan dulu pertumbuhan vegetatif tanaman supaya sawit bisa berkembang dengan baik," ujarnya.
Sementara untuk pemupukan, Sukir menerapkan pola berbeda sesuai usia tanaman. Selama tiga tahun pertama, ia menggunakan pupuk tunggal.
"Untuk pemupukan, tiga tahun pertama saya pakai pupuk tunggal. Setelah itu baru menggunakan pupuk majemuk," jelasnya.
Menurut Sukir, penggunaan pupuk majemuk setelah tiga tahun juga mempertimbangkan luas lahan yang dikelolanya. Kebun sawit tersebut memiliki luas sekitar 6 hektare.
"Karena lahannya sekitar 6 hektare, setelah tiga tahun kita pakai pupuk majemuk supaya tidak terlalu berat dalam pengelolaannya," katanya. (Sab)
Liga Madrasah 2026 MTsN 7 Bungo Resmi Bergulir, Siswa Adu Skill di Lapangan
Pawai HUT RI ke-81 di Bungo Dipastikan Meriah, 350 Pleton Siap Tampil
Ustadz Qodri Sampaikan Kajian Tazkiyatun Nafs di Ponpes Ad Dhuha
Jelang Pawai HUT RI ke-81, LSM LIPPAN Bungo Ingatkan Keselamatan Peserta
Bersih dan Tertata, Kelurahan Cadika Dinobatkan Jadi yang Terbaik
Cegah Karhutla, Babinsa Koramil Pulau Temiang Ingatkan Warga Tebo Tak Bakar Lahan