Ustadz Qodri Sampaikan Kajian Tazkiyatun Nafs di Ponpes Ad Dhuha

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:15:13 WIB - Dibaca: 120 kali

Ustadz Qodri saat menyampaikan materi kajian tentang Tazkiyatun Nafs di Pondok Pesantren Ad Dhuha, Sabtu malam (15/8/2026). Foto: Saudi
Ustadz Qodri saat menyampaikan materi kajian tentang Tazkiyatun Nafs di Pondok Pesantren Ad Dhuha, Sabtu malam (15/8/2026). Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO — Ustadz Qodri memberikan materi kajian di Pondok Pesantren (Ponpes) Ad Dhuha pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026. Kajian tersebut mengangkat tema Tazkiyatun Nafs, yakni upaya menyucikan dan membersihkan jiwa.

Dalam kajiannya, Ustadz Qodri menjelaskan bahwa secara bahasa, tazkiyatun nafs berarti penyucian dan pembersihan jiwa. Sementara secara istilah, tazkiyatun nafs merupakan proses membersihkan hati dan jiwa dari berbagai penyakit batin.

Ustadz Qodri mengatakan, penyakit batin yang perlu diwaspadai antara lain syirik, riya, hasad, sombong, dengki, cinta dunia yang berlebihan, serta hawa nafsu yang buruk.

"Di antaranya syirik, riya, hasad, sombong, dengki, cinta dunia yang berlebihan, serta hawa nafsu yang buruk," kata Ustadz Qodri saat menyampaikan materi kajian.

Menurutnya, membersihkan jiwa tidak cukup hanya dengan meninggalkan berbagai penyakit hati. Jiwa juga perlu dihiasi dengan sifat-sifat terpuji, seperti iman, ikhlas, sabar, syukur, tawakal, serta akhlak yang mulia.

Proses tersebut pada akhirnya bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus membentuk jiwa yang bersih dan tenang.

Ustadz Qodri juga mengingatkan jamaah agar senantiasa melakukan introspeksi terhadap kondisi hati. Sebab, kebersihan hati menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Allah SWT berfirman dalam QS Asy-Syams ayat 9-10:

???? ???????? ???? ????????? ? ?????? ????? ???? ?????????

Artinya: "Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."

Ayat tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam pembahasan tazkiyatun nafs. Melalui kajian tersebut, jamaah diajak untuk terus berusaha membersihkan hati dari berbagai penyakit batin sekaligus memperkuat iman dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup kajiannya, Ustadz Qodri mengajak jamaah untuk tidak hanya memahami pentingnya membersihkan jiwa, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan.

"Jangan sampai kita sibuk memperbaiki sesuatu yang tampak di luar, tetapi lupa memperbaiki hati yang menjadi sumber segala amal. Karena keberuntungan yang sebenarnya adalah ketika kita mampu menjaga dan menyucikan jiwa kita di hadapan Allah SWT," pungkasnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA