Dedy Putra Pastikan Pengaspalan Jalan BTN Menuju Ponpes DHA Bungo Jadi Prioritas

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:01:05 WIB - Dibaca: 104 kali

Bupati Bungo H. Dedy Putra berbincang dengan jajaran PUPR saat menyoroti kondisi jalan lingkungan BTN Bungo Pertama menuju Ponpes DHA yang rusak parah, Selasa (19/05/2026).
Bupati Bungo H. Dedy Putra berbincang dengan jajaran PUPR saat menyoroti kondisi jalan lingkungan BTN Bungo Pertama menuju Ponpes DHA yang rusak parah, Selasa (19/05/2026). (Abunawas)

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Momentum Wisuda Akbar Tahfiz dan Haflatul Ikhtitam santri Pondok Pesantren Daral Huffaz Addaulaen (DHA) angkatan ke-V tingkat Wustha dan Ulya, Selasa (19/05/2026), berubah menjadi forum terbuka penyampaian keluhan warga soal infrastruktur dan pengembangan pesantren.

Di hadapan ratusan santri, wali santri, tokoh masyarakat dan tamu undangan di lingkungan BTN Bungo Pertama, Kelurahan Sungai Kerjan, Kecamatan Bungo Dani, Bupati Bungo H. Dedy Putra secara langsung memanggil pejabat Dinas PUPR untuk segera menangani kerusakan akses jalan menuju Ponpes DHA.

Jalan lingkungan yang menjadi akses utama menuju pondok pesantren sekaligus jalur alternatif dari kawasan Lintas Asri itu diketahui mengalami kerusakan parah. Paving block di sejumlah titik tampak amblas dan pecah sehingga menyulitkan aktivitas warga maupun santri.

Di tengah acara, Bupati Dedy sengaja meminta pihak PUPR maju mendekat ke panggung utama.

“Tolong pak Kabid segera berikan solusi atas jalan ini. Bisa kan jangan sampai tidak,” tegas Dedy Putra dengan nada serius di hadapan masyarakat.

Pernyataan spontan itu langsung disambut tepuk tangan warga yang sejak lama mengeluhkan kondisi jalan tersebut.

Tak hanya soal infrastruktur jalan, persoalan keterbatasan lahan pengembangan pondok pesantren juga ikut mencuat. Pimpinan Ponpes DHA mengaku pengembangan fasilitas pendidikan terkendala karena keterbatasan area.

Menanggapi hal itu, Dedy Putra mengungkapkan dirinya akan mencoba berkomunikasi langsung dengan tokoh masyarakat Bungo, H. Syamsudin, yang memiliki lahan kosong berdampingan dengan area pesantren.

“Saya minta keluarga besar ponpes dan masyarakat mendoakan. Saya mencoba menghadap, yakin lah kalau Tuhan berkehendak akan terwujud. Beliau orang tua kita H. Syamsudin selama saya menjabat sudah puluhan hektare menghibahkan tanah ke Pemerintah Bungo. Semua untuk kemajuan Bungo,” ujarnya disambut suara “amiin” dan tepuk tangan meriah.

Dalam kesempatan itu, Dedy juga menyinggung rencana pembangunan masjid di lingkungan pondok pesantren. Ia meminta kekompakan antara pengurus ponpes dan masyarakat sekitar.

“Untuk tanda jadi saya titipkan Rp10 juta,” katanya.

Selain itu, Pemkab Bungo juga disebut akan segera berkoordinasi dengan Kodim 0416/Bute terkait bantuan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren.

Bupati turut mendorong agar pihak yayasan segera berkoordinasi dengan Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bisa masuk ke Ponpes DHA untuk membantu meringankan beban wali santri.

Sementara itu, tokoh ulama sekaligus mantan pejabat Kementerian Agama Bungo, Abd. Rahman, dalam pidatonya mencoba menenangkan kekhawatiran pihak pesantren terkait persoalan lahan dan akses jalan.

“Menjawab kekhawatiran pimpinan Ponpes DHA adinda Asnadi jangan khawatir. Kalau Rajo lah datang selesaikan lah semua,” ujarnya lantang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Usai acara, Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran langsung meninjau kondisi jalan rusak dan area lahan kosong yang berada di samping pondok pesantren.

Di lokasi peninjauan, Dedy kembali menegaskan komitmennya untuk mencarikan solusi atas persoalan yang dihadapi warga dan pihak pesantren.

“Mohon doanya ya. Insa Allah kita selesaikan. Kepada pihak PUPR kembali diingatkan segera menghadirkan solusi atas akses jalan,” pungkasnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA