JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN — Di tengah kekhawatiran meningkatnya pengaruh negatif teknologi digital terhadap anak-anak, Pemerintah Kabupaten Merangin menaruh harapan besar kepada para lulusan pesantren untuk menjadi penjaga moral masyarakat di tingkat desa.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh saat menghadiri acara perpisahan dan wisuda angkatan ke-20 santri dan santriwati Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Wal Hadits Al-Munawwaroh di Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko, Selasa (19/05).
Sebanyak 32 santri resmi diwisuda dalam kegiatan tersebut, terdiri dari delapan santri putra dan 24 santri putri. Namun bagi pemerintah daerah, wisuda bukanlah garis akhir pendidikan para santri, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wabup menekankan pentingnya para lulusan pesantren kembali ke dusun masing-masing untuk mengambil peran sosial dan keagamaan, terutama membina anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama yang tidak mengenyam pendidikan pesantren.“Untuk santri dan santriwati yang balik ke dusun, tolong diajak anak-anak yang masih sekolah di SD atau SMP yang tidak masuk pesantren. Kita ingin para santri berkolaborasi, mengajar ngaji. Minimal memanfaatkan waktu yang singkat antara Maghrib sampai Isya,” ujar A. Khafidh.
Menurut Wabup, waktu antara Maghrib hingga Isya yang dahulu identik dengan tradisi mengaji kini mulai terkikis oleh aktivitas bermain gim, media sosial, dan konsumsi konten digital tanpa pengawasan.
Karena itu, keberadaan para santri di tengah masyarakat dianggap strategis sebagai “benteng moral” yang mampu menghidupkan kembali tradisi keagamaan di tingkat kampung.
Pendekatan yang diharapkan bukan sekadar ceramah formal, melainkan keterlibatan langsung bersama masyarakat. Para alumni pesantren diminta aktif membangun komunikasi dengan tokoh desa, orang tua, hingga anak-anak untuk menciptakan lingkungan sosial yang religius dan produktif.
“Pengawasan lingkungan terdekat sangat penting agar perkembangan teknologi memberi dampak positif, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Di sisi lain, Wabup juga menyinggung pentingnya pengawasan internal di lingkungan pesantren. Pemerintah daerah, kata dia, ingin seluruh lembaga pendidikan keagamaan memperkuat sistem perlindungan santri dengan melibatkan aparat hukum dan dinas terkait.
Pernyataan itu disampaikan menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap sejumlah kasus kekerasan dan pelecehan di lingkungan pendidikan yang belakangan menjadi sorotan di berbagai daerah.
Menurutnya, pesantren harus tetap menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, dan dipercaya masyarakat.
“Kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu pengawasan harus diperkuat bersama,” katanya.
Selain mengajak para santri kembali mengabdi di kampung halaman, A. Khafidh juga mendorong lulusan pesantren untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia menyebut saat ini banyak perguruan tinggi negeri membuka jalur khusus bagi hafiz dan hafizah Al-Qur’an, terutama mereka yang hafal 30 juz.
“Kesempatan sekarang ini banyak universitas yang menerima hafiz dan hafizah Al-Qur'an. Terutama yang hafal 30 juz, itu bisa masuk tanpa melalui tes,” jelasnya.
Berdasarkan pengalamannya saat bertugas di tingkat provinsi bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin, Misrinaldi, terdapat sejumlah perguruan tinggi ternama yang menyediakan jalur afirmasi bagi penghafal Al-Qur’an.
Beberapa kampus yang disebut di antaranya Universitas Riau serta sejumlah universitas negeri di Medan dan berbagai daerah lain di Indonesia.
Menurut Wabup, kemampuan menghafal Al-Qur’an menunjukkan kapasitas intelektual dan kedisiplinan tinggi yang menjadi nilai tambah di dunia pendidikan tinggi.
“Para hafiz dan hafizah dipandang sebagai orang-orang yang cerdik dan pandai, karena menghafal Al-Qur'an itu tingkat kesulitannya tinggi. Maka dari itu, manfaatkan kesempatan emas ini,” pungkasnya. (Sab))
Inspektorat Merangin Naikkan Audit Dana BOS SDN 253 Bangko ke Investigatif
Pemkab Merangin Bongkar Kios PKL di Dua Titik, Ini Alasan dan Rencana Relokasi
Kabid Humas Polda Jambi: Laporan Dugaan Pencurian Sawit WSN Cs Dilimpahkan ke Polres Tebo
Khalis Mustiko Bakar Semangat Kader Golkar Muara Tabir: Kompak dan Menang Bersama!
Pemkab Merangin Gandeng Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Pelayanan dan Pembangunan Hukum
UMKM Merangin Didorong Melek Digital, Konten Jadi Kunci Perluas Pasar
Hattrick Juara, Teluk Rendah Pasar Kembali Dominasi MTQ Kecamatan Tebo Ilir 2026