JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Pemerintah Dusun Tebing Tinggi, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, mulai mengembangkan usaha ayam petelur sebagai langkah membangun unit usaha produktif desa berbasis ketahanan pangan. Program yang didanai melalui alokasi Dana Desa tahun 2026 itu diproyeksikan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Pada tahap awal, pemerintah dusun mengembangkan 150 ekor ayam petelur yang kini telah memasuki usia 14 minggu. Dalam beberapa pekan ke depan, ayam-ayam tersebut diperkirakan mulai memasuki masa produksi telur.
Datuk Rio Dusun Tebing Tinggi, Zulkifli, mengatakan program tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang desa dalam sektor peternakan produktif. Menurutnya, usaha ayam petelur dipilih karena memiliki potensi pasar yang stabil dan kebutuhan masyarakat terhadap telur terus meningkat.
“ Saat ini usia ayam ini baru 14 Minggu, dan tak lama lagi sudah mulai bertelur. Kalau dari sosialisasi umur 18 minggu itu sudah bertelur,” ujar Zulkifli.
Untuk menjalankan program tersebut, Pemerintah Dusun Tebing Tinggi mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp40 juta. Anggaran itu digunakan untuk pembangunan kandang, pembelian bibit ayam, penyediaan pakan, hingga sarana pendukung lainnya.
Selain fokus pada pengembangan usaha, pemerintah dusun juga merekrut tenaga khusus untuk menangani perawatan dan pengelolaan peternakan agar produktivitas ayam tetap optimal. Langkah itu dinilai penting agar usaha dapat berjalan berkelanjutan dan menghasilkan keuntungan ekonomi bagi desa.
Jika produksi telur berjalan maksimal, usaha tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi dusun sekaligus membantu menekan ketergantungan pasokan telur dari luar daerah.
“ Mudah-mudahan program ketahanan pangan ayam petelur ini terus berkembang dan berkelanjutan. Dengan adanya ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi masyarakat, dan mendukung pemenuhan pangan bergizi bagi warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Tanah Sepenggal Lintas, Sulaiman, yang turun langsung meninjau lokasi kandang ayam petelur menilai program tersebut dapat menjadi contoh pemanfaatan Dana Desa yang lebih produktif dan berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan usaha berbasis desa seperti peternakan ayam petelur memiliki peluang besar untuk tumbuh apabila dikelola secara serius dan berorientasi bisnis.
Kehadiran pihak kecamatan di lokasi juga menjadi bagian dari pengawasan agar penggunaan Dana Desa pada sektor ketahanan pangan benar-benar berjalan sesuai rencana serta memberikan hasil nyata bagi masyarakat. (Sab)
MAN 2 Bungo Latih Siswa Ikuti Lomba Baca Puisi Tingkat Asia Tenggara
Harga Karet Bungo Bangkit, Petani Kembali Bergairah Saat Getah Tembus Rp18.500 per Kilogram
Komplotan Perampok Bermodus Travel Gasak Rp35,5 Juta Milik Lansia di Bungo, Dua Pelaku Dibekuk
Fantastis, Perdamaian Rp80 Juta Akhiri Kasus Penikaman di Tempat Hiburan Malam
Camat Pelepat Ilir Perkuat Pembinaan Wilayah Lewat Silaturahmi ke Dusun Lingga Kuamang
Harga Emas Antam Naik per 18 Mei 2026, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,77 Juta
Pemilihan BPD Dusun Suka Jaya Berlangsung Lancar, Polisi Lakukan Pengamanan