JAMBIPRIMA.COM,. TANJABBAR – Suasana reses Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Drs. H. Cek Endra, di Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Kamis (30/4/2026), berlangsung penuh emosi. Warga yang hadir memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai keluhan yang selama ini mereka rasakan, mulai dari sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram hingga minimnya akses beasiswa bagi anak-anak berprestasi.
Ironisnya, keluhan itu datang dari masyarakat yang tinggal di wilayah penghasil energi dan migas terbesar di Jambi. Kecamatan Betara selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan strategis migas yang menjadi lokasi operasional perusahaan besar seperti PetroChina dan Jadestone Energy.
Namun di balik status sebagai “lumbung energi”, masyarakat justru mengaku belum menikmati hasil kekayaan alam di daerahnya sendiri.
Dalam dialog terbuka yang berlangsung hangat namun penuh kegelisahan, warga menyampaikan bahwa program Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga yang telah lama diusulkan hingga kini belum terealisasi. Padahal masyarakat menilai keberadaan perusahaan migas di sekitar mereka seharusnya memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga.
“Kami ini daerah penghasil gas. Gas diambil dari tanah kami, tapi masyarakat justru kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram. Kadang harus antre panjang, bahkan sering kosong. Kami merasa seperti penonton di rumah sendiri,” ungkap salah seorang warga yang langsung disambut tepuk tangan peserta reses.
Kelangkaan LPG subsidi disebut semakin memberatkan masyarakat kecil. Warga berharap pemerintah pusat dan perusahaan migas tidak hanya mengambil keuntungan dari sumber daya alam daerah, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah ring satu.
Selain persoalan energi, sektor pendidikan juga menjadi sorotan tajam dalam pertemuan tersebut. Seorang ibu rumah tangga dengan nada haru meminta perhatian serius terhadap akses beasiswa bagi anak-anak kurang mampu yang memiliki prestasi akademik.
Menurutnya, masih banyak siswa berprestasi di Betara yang gagal mendapatkan bantuan pendidikan karena dianggap tidak memiliki “jalur” atau akses informasi yang memadai.
“Anak-anak kami punya prestasi dan semangat sekolah tinggi, tapi kesempatan mendapatkan beasiswa masih sangat sulit. Kami berharap ada perhatian khusus untuk anak-anak daerah,” ujarnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Cek Endra menegaskan bahwa kondisi yang dialami masyarakat Betara merupakan sebuah ketimpangan yang tidak boleh dibiarkan terus terjadi. Mantan Bupati Sarolangun dua periode itu menyebut dirinya akan membawa persoalan tersebut ke tingkat kementerian dan pihak perusahaan migas terkait.
“Sangat tidak adil jika daerah penghasil energi justru kesulitan mendapatkan hak dasar energi. Persoalan ini akan saya bawa ke kementerian dan mitra terkait di DPR RI. Program Jargas dan distribusi LPG harus menjadi perhatian serius,” tegas Cek Endra di hadapan masyarakat.
Ia juga memastikan persoalan pendidikan dan beasiswa akan menjadi bagian dari perjuangannya di tingkat pusat, termasuk melalui dorongan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di Tanjabbar.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, turut menyuarakan pentingnya evaluasi terhadap tanggung jawab sosial perusahaan migas terhadap masyarakat sekitar.
Menurut Ivan, perusahaan yang memperoleh keuntungan besar dari sumber daya alam Jambi harus memiliki kepedulian nyata terhadap kesejahteraan warga di wilayah operasionalnya.
“Tidak boleh lagi masyarakat sekitar perusahaan justru kesulitan menikmati hasil kekayaan daerahnya sendiri. CSR perusahaan harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Ivan.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Tanjung Jabung Barat, Syufrayogi Syaiful, memastikan pihaknya akan terus mengawal berbagai aspirasi masyarakat Betara, khususnya terkait energi dan pendidikan.
Ia meminta pemerintah desa dan kecamatan aktif memperbarui data kebutuhan masyarakat agar usulan yang dibawa ke pemerintah pusat memiliki dasar yang kuat dan terukur.
Di akhir kegiatan, Cek Endra menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat yang hadir. Bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian sekaligus bentuk silaturahmi dengan warga yang saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat sulitnya kebutuhan pokok dan energi.
Pertemuan reses itu ditutup dengan harapan besar masyarakat agar suara mereka benar-benar diperjuangkan, sehingga Betara tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil energi, tetapi juga menjadi wilayah yang masyarakatnya ikut merasakan kesejahteraan dari kekayaan alam yang dimiliki. (DVD)
Cek Endra Tegaskan Golkar Harus Menang di Muaro Jambi: Siapkan Kader Sampai TPS
Cek Endra Disambut Keluhan Warga Betara, Dari Krisis LPG Hingga Beasiswa Tak Tepat Sasaran
UM Jambi Resmi Buka Prodi Magister Manajemen, Siap Cetak SDM Unggul
Perkuat Layanan Haji 2026, Kemenhaj Jambi Gandeng Mahasiswa untuk Dampingi Jemaah Lansia
Ketua DPD HKTI Jambi Ucapkan Selamat Hari Buruh 2026, Doakan Kesejahteraan Pekerja
FTK UIN STS Jambi Gelar Workshop Tinjauan Visi-Misi, Perkuat Arah Kebijakan Strategis
FLLAJ Bungo Bahas Penanganan Titik Rawan Kecelakaan, Tekankan Sinergi Antarinstansi