FLLAJ Bungo Bahas Penanganan Titik Rawan Kecelakaan, Tekankan Sinergi Antarinstansi

Jumat, 01 Mei 2026 - 12:21:08 WIB - Dibaca: 99 kali

Perwakilan Jasa Raharja Cabang Muara Bungo bersama para pemangku kepentingan berbaris rapi saat mengikuti kegiatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ).
Perwakilan Jasa Raharja Cabang Muara Bungo bersama para pemangku kepentingan berbaris rapi saat mengikuti kegiatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ). (Subahan)

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Bungo menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan guna membahas penanganan titik rawan kecelakaan (blackspot) serta upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut, kamis (30/4/2026).

Dalam pertemuan itu, masing-masing instansi memaparkan kondisi terkini titik rawan kecelakaan yang tersebar di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bungo. Faktor penyebab kecelakaan pun menjadi perhatian serius, mulai dari kondisi jalan, minimnya rambu dan marka, rendahnya kesadaran pengguna jalan, hingga faktor kendaraan.

Perwakilan Satlantas Polres Bungo menegaskan pentingnya peningkatan pengawasan di lapangan.
“Pengawasan dan penegakan hukum perlu terus ditingkatkan, khususnya di titik rawan kecelakaan. Edukasi kepada masyarakat juga penting agar budaya tertib berlalu lintas bisa terbentuk,” ujarnya.

Sementara itu, Wasatpel Terminal Tipe A Muara Bungo yang mewakili BPTD Jambi menyampaikan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan di jalan nasional.
“Kami akan terus melakukan pemasangan rambu serta peningkatan fasilitas keselamatan di titik-titik rawan kecelakaan,” katanya.

Jasa Raharja Cabang Muara Bungo juga turut berperan aktif melalui berbagai program keselamatan lalu lintas.

“Kami melaksanakan kegiatan preventif dan preemtif seperti sosialisasi, pemasangan spanduk himbauan, hingga program Mobile Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL). Selain itu, juga ada pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi dan pelatihan PPGD bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, para peserta juga sepakat pentingnya peningkatan koordinasi lintas sektor serta pemanfaatan data terpadu dalam menentukan prioritas penanganan.

Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bungo, terutama di kalangan pelajar yang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Seluruh stakeholder juga berkomitmen untuk terus bersinergi dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas, sejalan dengan Program Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) serta Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022.

“Dengan sinergi yang kuat, kita harapkan angka kecelakaan bisa ditekan dan keselamatan masyarakat semakin meningkat,” tutup salah satu peserta rapat. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA