JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang masih berpotensi terjadi hingga awal Mei 2026. Meski musim kemarau diperkirakan mulai memasuki wilayah Kabupaten Tebo pada pertengahan Mei mendatang, hujan dengan intensitas ringan masih berpeluang turun pada sore, malam hingga dini hari.
Kepala BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan informasi tersebut berdasarkan laporan dan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi. Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu perlu menjadi perhatian masyarakat agar tetap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun kebakaran lahan saat memasuki musim kering.
“Berdasarkan informasi BMKG Jambi, akhir April hingga awal Mei 2026 masih ada potensi hujan ringan, terutama pada sore, malam, dan dini hari. Karena itu masyarakat tetap perlu waspada,” ujar Joko Ardiawan saat ditemui di kantornya, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, memasuki dasarian kedua atau pertengahan Mei 2026, Kabupaten Tebo diperkirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap. Curah hujan diprediksi terus mengalami penurunan hingga memasuki puncak musim kemarau pada Juli sampai Agustus 2026.
Menurut Joko, berdasarkan data BMKG, pengurangan curah hujan di wilayah Kabupaten Tebo diperkirakan mencapai sekitar 50 milimeter per dasarian. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator awal meningkatnya potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
Karena itu, BPBD Tebo mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun pihak terkait apabila menemukan potensi bencana di lingkungan masing-masing.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ini penting untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau mulai berlangsung,” tegasnya.
Selain ancaman karhutla, masyarakat juga diminta tetap memperhatikan kondisi cuaca harian, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, maupun kawasan perkebunan dan lahan gambut.
BPBD Tebo sendiri mengaku terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca serta menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan guna memastikan kesiapan personel dan peralatan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
“Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi sekitar Juli hingga Agustus 2026. Karena itu kami berharap masyarakat tetap menjaga kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya bencana,” pungkas Joko.
Dengan adanya peringatan dini tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran maupun bencana lainnya selama musim kemarau berlangsung. (DVD)
Cek Endra Tegaskan Golkar Harus Menang di Muaro Jambi: Siapkan Kader Sampai TPS
Cek Endra Disambut Keluhan Warga Betara, Dari Krisis LPG Hingga Beasiswa Tak Tepat Sasaran
UM Jambi Resmi Buka Prodi Magister Manajemen, Siap Cetak SDM Unggul
Perkuat Layanan Haji 2026, Kemenhaj Jambi Gandeng Mahasiswa untuk Dampingi Jemaah Lansia
Ketua DPD HKTI Jambi Ucapkan Selamat Hari Buruh 2026, Doakan Kesejahteraan Pekerja
FTK UIN STS Jambi Gelar Workshop Tinjauan Visi-Misi, Perkuat Arah Kebijakan Strategis
Pinjaman Rp100 Miliar Disetujui, Proyek Jalan Tebo Masih Tunggu Akad dengan PT SMI