JAMBIPRIMA.COM, MUARO JAMBI – Upaya mendekatkan institusi kepolisian dengan dunia akademik mendapat respons aktif dari kalangan mahasiswi. Sejumlah mahasiswi Universitas Jambi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi PPKN, memanfaatkan momentum audiensi bersama Polres Muaro Jambi untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap situasi keamanan di tengah masyarakat, khususnya maraknya tindak kejahatan 3C.
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakapolres Muaro Jambi, Jumat pagi (24 April 2026), tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Dari sudut pandang mahasiswi, forum ini menjadi ruang terbuka untuk bertanya, mengkritisi, sekaligus memahami langkah konkret aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam diskusi yang dipimpin Wakapolres Muaro Jambi, Aroni Candra, para mahasiswi secara aktif menggali informasi terkait maraknya kasus pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, hingga pencurian kendaraan bermotor yang dinilai semakin meresahkan.
“Kami ingin tahu sejauh mana langkah konkret kepolisian dalam menekan angka kejahatan ini, karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat, termasuk kami sebagai mahasiswa,” ungkap salah satu peserta audiensi.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian menjelaskan bahwa penanganan kamtibmas dilakukan melalui pendekatan menyeluruh. Edukasi kepada masyarakat (preemtif), upaya pencegahan (preventif), hingga penegakan hukum (represif) terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menekan angka kriminalitas di wilayah Muaro Jambi.
Bagi para mahasiswi, penjelasan tersebut menjadi wawasan baru, namun juga memunculkan kesadaran bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat. Mereka menilai perlu adanya peran aktif masyarakat, termasuk generasi muda, dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Selain membahas isu kriminalitas, dalam forum tersebut juga disosialisasikan layanan Call Center Polri 110. Layanan ini diperkenalkan sebagai sarana pelaporan cepat bagi masyarakat dalam situasi darurat maupun gangguan kamtibmas, yang dapat diakses secara gratis.
“Kami baru tahu bahwa ada layanan 110 yang bisa diakses tanpa biaya. Ini penting untuk disosialisasikan lebih luas, terutama di kalangan mahasiswa,” ujar mahasiswi lainnya.
Dari perspektif mahasiswi, audiensi ini tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga membuka ruang partisipasi nyata. Mereka melihat diri mereka tidak lagi sekadar objek sosialisasi, melainkan subjek yang dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial.
Polres Muaro Jambi sendiri berharap kegiatan semacam ini dapat membangun kemitraan jangka panjang dengan kalangan kampus. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang turut menyebarkan kesadaran hukum serta nilai-nilai keamanan di tengah masyarakat.
Audiensi berlangsung tertib dan komunikatif, dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Bagi para mahasiswi FKIP UNJA, pengalaman ini menjadi bukti bahwa suara generasi muda memiliki ruang untuk didengar sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. (Rhm)
201 JCH Tebo Berangkat dalam Dua Kloter, Pemkab Siapkan 7 Bus dan 21 Petugas
Tebo Juara 1 Pengendalian Inflasi 2026, Bukti Kinerja Pemda Makin Solid
Krisis Sampah di Jaluko: Dari TPS Ilegal hingga Keterbatasan Sistem Desa
Heboh Jalan TMMD Dipakai Perusahaan Migas, Kadis LH Tebo Ingatkan: Ada Aturan yang Mengikat!
8 Cakades Betung Bedarah Timur Ikuti Tes Tambahan, Disaring Jadi 5 Kandidat
DPRD Tebo Minta Indomaret dan Alfamart Dibatasi: UMKM Jangan Sampai Mati Pelan-Pelan!