PetroChina Jabung Sukses Produksi Sumur Gemah-81, Gas 4,8 MMSCFD dan Hemat Biaya

Senin, 16 Februari 2026 - 10:49:39 WIB - Dibaca: 998 kali

Aktivitas pengeboran dan fasilitas produksi sumur Gemah-81 milik PetroChina International Jabung Ltd. di wilayah kerja Jabung, Jambi, yang berhasil mencatat produksi gas tinggi dengan efisiensi biaya operasional.
Aktivitas pengeboran dan fasilitas produksi sumur Gemah-81 milik PetroChina International Jabung Ltd. di wilayah kerja Jabung, Jambi, yang berhasil mencatat produksi gas tinggi dengan efisiensi biaya operasional. (Lil)

JAMBI – Upaya memperkuat ketahanan energi nasional kembali mendapat dorongan positif dari sektor hulu minyak dan gas bumi. PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) berhasil menuntaskan pengeboran sekaligus uji produksi awal sumur pengembangan Gemah-81 dengan capaian produksi yang dinilai sangat menggembirakan serta efisiensi biaya operasional yang signifikan.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan penting bagi perusahaan, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan pasokan energi domestik di tengah kebutuhan nasional yang terus bertumbuh setiap tahunnya. Sumur Gemah-81 merupakan salah satu proyek strategis yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi lapangan gas di wilayah kerja Jabung, Provinsi Jambi.

PCJL mengumumkan bahwa uji produksi awal sumur tersebut telah rampung pada 11 Februari 2026. Hasil pengujian menunjukkan performa reservoir yang kuat dan stabil. Sumur ini dirancang dengan tiga target lapisan reservoir, di mana target utama berada pada interval kedalaman 7.259 hingga 7.281 feet measured depth (MD). Struktur geologi yang mendukung serta perencanaan pengeboran yang matang menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengujian tersebut.

Dari hasil uji alir, sumur Gemah-81 mampu menghasilkan gas sebesar 4,8 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) disertai produksi kondensat sekitar 400 barel per hari. Angka tersebut mencerminkan potensi produksi yang menjanjikan serta memperlihatkan bahwa reservoir memiliki tekanan dan kualitas fluida yang baik. Produksi ini diproyeksikan mampu memberikan tambahan suplai energi yang cukup berarti bagi jaringan distribusi gas domestik.

Dalam tahap berikutnya, gas dan kondensat dari sumur Gemah-81 direncanakan segera dialirkan menuju fasilitas produksi eksisting di Gemah Station. Proses integrasi ini ditargetkan berlangsung sekitar dua minggu melalui pemasangan jaringan pipa sepanjang kurang lebih 300 meter. Keputusan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat monetisasi produksi sekaligus menekan biaya investasi tambahan.

Selain keberhasilan teknis dan capaian produksi, aspek keselamatan kerja juga menjadi sorotan utama. Seluruh rangkaian kegiatan pengeboran berlangsung tanpa insiden kecelakaan kerja, menunjukkan penerapan standar keselamatan yang disiplin dan konsisten. Dari sisi finansial, proyek ini mencatat realisasi biaya sekitar USD5,32 juta atau hanya sekitar 85 persen dari nilai Authorization for Expenditure (AFE) yang sebelumnya telah disetujui oleh SKK Migas. Efisiensi tersebut menjadi indikator kuat keberhasilan perencanaan teknis, optimalisasi desain sumur, serta koordinasi operasional yang efektif di lapangan.

Kinerja Gemah-81 dipandang selaras dengan agenda nasional dalam meningkatkan produksi migas domestik sebagai fondasi ketahanan energi. Di tengah tren transisi energi global, gas bumi masih memegang peranan strategis sebagai sumber energi yang relatif lebih bersih dibandingkan bahan bakar fosil lainnya. Oleh karena itu, pengembangan lapangan gas tetap menjadi bagian penting dalam strategi keberlanjutan energi Indonesia.

Keberhasilan sumur ini juga menjadi pijakan bagi langkah lanjutan perusahaan. Dalam waktu dekat, PCJL berencana melanjutkan program pengeboran dua sumur tambahan, yakni Gemah-85 dan NEB-85 ST. Program lanjutan ini diharapkan mampu menjaga momentum peningkatan produksi sekaligus memperkuat stabilitas suplai energi jangka menengah dan panjang.

Secara keseluruhan, kombinasi antara performa teknis yang solid, standar keselamatan yang terjaga, serta efisiensi biaya yang tinggi menjadikan sumur Gemah-81 sebagai contoh operasi hulu migas yang efektif dan produktif. Capaian ini menumbuhkan optimisme bahwa pengelolaan sumber daya energi domestik yang tepat, terukur, dan berkelanjutan dapat menjadi pilar utama dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia di masa depan. (Lil)





BERITA BERIKUTNYA