JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Haji Andi, membuat sikap politik yang menggemparkan. Meski Hotel Bukit Indah miliknya dijadikan posko utama Syukur-Khafid, namun H. Andy resmi menyatakan dukungan penuh kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Merangin Nalim dan Nilwan Yahya.
Dukungan ini dideklarasikan langsung H. Andy tatkala bertemu Nalim di salah satu rumah makan, bilangan Desa Mentawak Kecamatan Nalo Tantan, Selasa (15/10). Tokoh agama sekaligus pengusaha ternama ini mengatakan ikhlas karena Allah mendukung Nalim-Nilwan.
"Sudah saya sampaikan kepada pak Nalim, bahwa semua ini (dukungan) karena lillahita'ala. Amar ma'ruf nahi munkar," ucap H. Andy.
Ia mengatakan mendukung Nalim-Nilwan bukan tanpa alasan. Ia melihat Nalim sebagai sosok pemimpin yang punya track record atau rekam jejak yang sangat bagus.
"Memang kita tau track recordnya kan. Perhatiannya kepada agama cukup lah. Kita tadi mohon kepada beliau menghidupkan pengajian antara magrib dan isya. Bagaimana menciptakan kader-kader penghafal al Qur'an," tambahnya.
Sementara ketika dirinya ditanya terkait hotel miliknya yang digunakan pasangan SUKA sebagai posko induk, H. Andy dengan santai menjawab bahwa itu bisnis. "Haha. Itu, itu bisnis itu," ujarnya sembari tertawa sumringah.
Ditempat yang sama, H. Nalim. SH. MM mengucapkan terima atas dukungan H. Andy. Ia mengatakan mendapat banyak masukan dari sosok pengusaha muda yang dikenal banyak mendirikan mesjid tersebut.
"Terima kasih. Banyak sekali masukan dari beliau. Bagaimana memakmurkan mesjid, tahfidz Qur'an. Insya Allah kami akan laksanakan itu," ujar calon bupati nomor urut satu ini.(lik)
Khalis Mustiko Bakar Semangat Kader Golkar Muara Tabir: Kompak dan Menang Bersama!
Volume Sampah TPA Talang Gulo Masih 500 Ton per Hari, OPBM Belum Beri Perubahan Signifikan
Sekolah di Kota Jambi Kembali PJJ Mulai 28 September, Udara Masih Sangat Tidak Sehat
Status Siaga Darurat Karhutla Tebo Berakhir 30 September, Bakal Dievaluasi
BMKG Ungkap Kapan Kemarau Jambi Berakhir, Hujan Mulai Datang Bertahap
Porprov Jambi 2026 Resmi Ditunda, Anggaran Daerah Jadi Kendala