Kebijakan pemerintah terhadap menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan sebuah keputusan yang hampir seluruh masyarakat menolak. Bukan tanpa sebab sebelum kebijakan tersebut diterapkan, ekonomi masyarakat telah mengalami kesulitan akibat Pandemi dan juga konflik antara Rusia-Ukraina yang menyebabkan biaya pengeluaran lebih besar dibandingkan pemasukan.
Keadaan tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat di Tanjung Jabung Timur khususnya mereka yang berada di daerah pelosok. Masyarakat yang berada jauh dari perkotaan secara terpaksa harus pasrah menerima keadaan akibat kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM.
Dikutip dari Laman cnnindonesia.com terpantau harga BBM bersubsidi hari ini yaitu :
- pertalite : 10.000/Liter
- Pertamax : 13.000/ Liter
- Pertamax Turbo : 14.900 / Liter
- Solar : 6.800 / Liter
Dari data tersebut, mayoritas masyarakat menganggap bahwa harga yang di tetapkan oleh pemerintah terlalu tinggi dan ini dirasakan oleh sebagian masyarakat yang hanya berada diperkotaan. Lalu bagaimana dengan nasib mereka yang berada dipelosok. Perbedaan selisih yang cukup tinggi dirasakan pada harga Pertalite yang sesuai ketentuan yaitu 10.000/Liter menjadi 14.000-15.000/ Liter di Kios-kios BBM. Data tersebut diperoleh hampir seluruh Kios BBM yang ada di daerah pelosok. Sebuah kenyataan yang pahit membuat masyarakat Tanjab Timur harus berpasrah menerima keadaan.
Hal ini tentu membuat ekonomi masyarakat dari yang sulit menjadi semakin sulit. Mayoritas masyarakat Tanjab Timur berprofesi di bidang sektor pertanian dan perikanan, hal ini tentu akan berdampak signifikan jika harga BBM yang tinggi. Hal yang telah terjadi seperti harga sawit, kelapa, pinang yang mengalami penurunan harga cukup drastis namun kemudian tidak diimbangi oleh biaya transportasi yang tinggi akibat harga BBM melambung tinggi. Kemudian masyarakat yang bekerja di bidang transportasi juga mengalami hal serupa, dengan tinggi nya harga BBM mengakibatkan tarif yang ditetapkan juga menjadi tinggi dan hal tersebut berpengaruh pada penghasilan harian akibat pelanggan yang sepi. Kelangkaan BBM juga turut membuat waktu peroperasian menjadi tidak menentu dan tentu hal ini membuat perekonomian masyarakat menjadi menurun.
Untuk itu diharapkan pemerintah khususnya PemKab Tanjung Jabung Timur agar lebih terbuka dalam melihat keadaan yang terjadi dimasyarakat. Kebijakan yang dikeluarkan baik berupa solusi sangat diharapkan agar dapat membuat ekonomi masyarakat kembali pulih.**