Bakal Lakukan Ganti Rugi, PUPR Kota Jambi Sebut Sudah Ada Komitmen

Jumat, 18 Maret 2022 - 09:46:53 WIB - Dibaca: 2075 kali

Kondisi Rumah Warga pinggir danau sipin yang ambruk. (Foto: istimewa)
Kondisi Rumah Warga pinggir danau sipin yang ambruk. (Foto: istimewa) ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Rumah warga yang terdampak amblasnya bangunan taman kupu-kupu Danau Sipin, Kota Jambi beberapa waktu lalu akan mendapat perbaikan melalui Pemerintah Kota Jambi.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Jambi, Momon Sukmana Fitra saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tengah melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti terkait satu rumah yang mengalami kerusakan tersebut.

“Sudah ada bantuan-bantuan juga, sudah ada komitmen dengan pemilik rumah. Bakal ditindaklanjuti,” kata Momon Sukmana Fitra.

Namun saat ini, sebut Momon, pihaknya masih melakukan perbaikan terlebih dahulu pada taman yang amblas tersebut. Kontruksinya dirubah.

“Kalau rumahnya yang kita perbaiki dulu, maka khawatir nanti akan rusak lagi. Makanya kita perbaiki dulu tamannya, baru selanjutnya rumah itu,” sebut Momon.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Umar Faruk mengatakan, jika bangunan yang roboh tersebut sudah menjadi tanggung jawab pemerintah Kota Jambi, maka seharusnya dampak pada warga sekitar harus juga menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Dampak dari bangunan itu masyarakat yang kena, tentu ada pertanggung jawaban seperti apa dari pemerintah. Secara tidak langsung pemerintah harus bertanggungjawab,” tambahnya.

Sementara satu unit rumah yang berdampingan dengan taman kupu-kupu itu mengalami kerusakan yang cukup berat.

Bagian dalam rumah yang rusak yakni dinding retak serta plafon rumah rusak. Konstruksi bangunan rumah juga terlihat miring.

Pemilik rumah, Farida, mengatakan, kerusakan telah terjadi sejak 27 Februari lalu. Ia mengaku, kerusakan rumah terjadi karena amblasnya bangunan taman. Kata Farida, sudah 12 tahun Ia tinggal dikawasan tersebut, belum pernah ada kejadian seperti itu.

Farida mengungkapkan, kini saat malam ia dan keluarganya harus mengungsi karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Malam ngungsi, siang pulang masak,” ujarnya.

Farida mengharapkan, ada perhatian dari pemerintah untuk melakukan perbaikan rumah mereka yang telah rusak. (CR01)





BERITA BERIKUTNYA