JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Kelakaan minyak goreng sempat heboh di Masyarakat Merangin berapa Minggu lalu, kini aman kondusif di pasaran Merangin.
Buktinya minyak goreng terpantau dipasaran tradisonal, Alfamart dan Indomaret masih bisa dijangkau walaupun mengikuti harga pasar.
Kasat Intel Polres Merangin saat dikonfirmasi diruangan kerjanya, mengatakan minyak goreng di Merangin aman di pasaran.
"Kini minyak goreng di pasaran aman, kita juga diminta dari pimpinan kita untuk memantau perkembangan di pasaran, "ungkap Kasat Intel AKP Malik.
Tak itu saja, jelas Kasat Intel adanya pemberitaan Kelakaan minyak goreng disalah satah satu media itu video sudah lama.
"Adanya video masyarakat berebut minyak goreng itu adalah video lama, bukan video baru," jelas Kasat Intel AKP Malik.
Sementara Kapolres Merangin AKBP Dewa Ngakan Nyoman Arinata sebelum juga mengawal distributor dan memantau stok minyak goreng di Kabupaten Merangin.
Pengawalan distributor minyak goreng tersebut berlokasi di Jalan lintas Sumatra Toko Lima Jaya (Pak H Wismo Joyo) Depan Pasar Baru Bangko Kabupaten Merangin, Diketahui stok minyak goreng tersebut berjumlah 25.260 KG dengan menggunakan truck tangki.
Kapolres Merangin saat di lokasi menyampaikan kepada masyarakat “Silahkan Mengantri , Namun harus tetap menjaga protokol kesehatan”,Ucapnya.
Ditambahkan lagi agar distributor membuka harga eceran pasar Rp 14.000,- Dan diminta Supaya Pemilik toko lakukan penjualan normal, Terpantau masyarakat sangat tertib saat mengantri serta menerapkan protokol kesehatan sesuai himbauan.
Kapolres Merangin AKBP Dewa Ngakan Nyoman Arinata,S.I.K,MH Melalui Kasat Intelkam Polres Merangin AKP Malik,SH menjelaskan “Ketersediaan minyak goreng dapat dirasakan aman untuk merangin dengan adanya distributor-distributor yang siap mensupport minyak goreng ke Merangin”kata Kapolres Sebelumnya.
Selain itu, Pemkab Merangin membentuk Satgas Sembako yang akan bertugas mengawasi, mengevaluasi dan mendeteksi dini kebutuhan Sembilan bahan pokok (Sembako), sehingga tidak terjadi kelangkaan.
Wacana pembentukan Satgas Sembako tersebut mencuat pada rapat penanggulangan kelangkaan minyak goreng (Migor) yang dipimpin Sekda Merangin Fajarman, di Pola Utama kantor bupati Merangin, Senin (07/3).
‘’Jadi tugas Satgas ini tidak hanya mengawasi Migor, tapi juga Sembako lainnya seperti, gula, tepung, telur, beras dan daging. Contoh untuk daging saat ini sudah tembus ke angka Rp 120 ribu sampai Rp 130 ribu perkilogramnya,’’ujar Sekda.
Pada rapat yang diikuti kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Forkopimda Merangin tersebut, diketahui ada dua pabrik penghasil Migor di Merangin, PT AIP dan PT SAL.
Diharapkan Sekda, kedua perusahaan tersebut bisa menjadi pemasok Migor curah untuk kebutuhan masyarakat. Terlebih dalam menghadapi Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri nanti,’’pinta Sekda.
Dari rapat itu, berdasarkan data dari Diskoperindag Merangin diketahui ada tiga agen pemasok Migor di Kabupaten Merangin. Namun dari tiga agen tersebut, hanya dua agen yang aktif, dengan kapasitas masing-masing 25.000 liter.
Sementara itu berdasarkan informasi dari Bulog Sarko, untuk stok beras yang ada di Bulog Sarko terdapat sebanyak 60 ton. ‘’Jumlah itu cukup untuk persediaan kebutuhan beras Merangin tiga bulan kedepan,’’terang Sekda.
Sedangkan untuk stok Migor di Bulog saat ini tersedia sebanyak 2.000 liter. Stok tersebut siap didistribusikan melalui oprasi pasar yang digelar di sejumlah titik di pasar-pasar dalam Kabupaten Merangin. (Ian)
Warga Kecamatan Tebo Ilir yang Telah Divaksin Booster Berjumlah 1131 Jiwa
Akselerasi Vaksinasi Booster, Kapolres Tebo Gelar Rapat Koordinasi
Pekerjaan Belum Rampung, Kontraktor Pembangunan RSUD HAS Didenda
638 Pengaduan Masuk Aplikasi Sikesal, Abu Bakar: Sekarang Banyak Lapor ke 112
Soal Pengaturan Pengeras Suara di Masjid, Fasha: Asal Jangan Bangunkan Orang Tidur