Jambione.com, JAMBI- Tiga kandidat bakal calon gubernur (Balongub) Jambi dari Golkar, Syarif Fasha, Al Haris, dan Cek Endra diprediksi menjadi calon terkuat di Pilgub Jambi, 23 September mendatang. Dari sejumlah survei, elektabilitas ketiga kader Golkar ini pun tidak beda jauh. Yang teranyar, perolehan suara ketiganya juga bersaing ketat versi lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Sementara perolehan suara Fachrori Umar, dan nama-nama lain seperti Safrial, Sukandar, Abdullah Sani, Asafri, dan lain-lain jauh di bawah ketiga nama tersebut. "Tiga kandidat bersaing ketat dalam berbagai tahap simulasi survei kami. Selisih perolehan suara ketiganya hanya berkisar 0,3 hingga 5,5 persen. Masih dalam jarak margin of error," kata Direktur SMRC, Sirojudin Abbas dalam keterangan tertulisnya yang diperoleh Jambione.
Survei SMRC dilakukan 1-12 Februari 2019. Ini adalah survei kedua lembaga tersebut untuk Pilgub Jambi. Sebelumnya mereka sudah menggelar survei yang sama pada bulan Oktober 2019. Dalam survei tersebut, selain pilihan spontan, mereka juga melakukan simulasi Head to Head dan simulasi dengan pasangan calon (paslon)
Pilihan Spontan
Dalam pilihan spontan atau top of mind, responden tidak diberi daftar nama. Hasilnya, Syarif Fasha meraih dukungan 10,9 persen. Disusul Alharis, 7,5 persen, dan Cek Endra, 7 persen. Lalu, Fachori Umar 4,2 persen. Sementara Safrial, Sukandar, Abdullah Sani, Asafri, dan lain-lain, di bawah 2 persen.
"Dalam pertanyaan spontan belum ada kandidat yang dukungannya sampai 15 persen. Mayoritas pemilih, atau 62 persen masih belum menentukan pilihan," tambah Sirojudin Abbas.
Dalam simulasi semi terbuka, atau responden diberi 21 nama, Syarif Fasha, Cek Endra, dan Alharis juga tetap bersaing ketat. Syarif Fasha meraih 19,2 persen, disusul Cek Endra, 16,7 persen, dan Alharis 16,3 persen. Kemudian Fachrori Umar meraih 9,9 persen. Sementara nama-nama lain seperti Sukandar dan Asafri, Safrial, di bawah 5 persen.
Ketika jumlah nama dipersempit menjadi 9 nama, jarak tetap ketat, dengan selisih perolehan suara ketiga kandidat makin menyempit. Syarif Fasha memimpin dengan 19,7%, ditempel Al Haris dengan 19,4%, dan Cek Endra 18%.
"Dengan margin of error survei sebesar 3,7 persen, jarak antara ketiga kandidat ini masuk dalam margin error. Artinya, untuk sementara ini belum ada yang unggul secara signifikan di Pilgub Jambi 2020," tutur Sirojudin Abbas.
Selanjutnya, dalam simulasi 6 nama, lagi-lagi tiga nama kandidat tetap bersaing ketat. Al Haris kali ini meraih dukungan tertinggi 21,6%. Disusul Syarif Fasha 20,5%, dan Cek Endra di angka 18,1%. Sementara Fachrori Umar menyusul dengan raihan suara 10,8%, Asafri Jaya Bakri 4,1%, dan Safrial 3,6%. Dalam simulasi ini, yang belum menentuan pilihan sebesar 21,3%.
Kemudian dalam simulasi 5 nama, Al Haris masih memimpin dengan dukungan 21,2%. Disusul Syarif Fasha 20,8%, dan Cek Endra 18,9%. Sementara Fachrori Umar meraih 11,8%, dan Safrial 3,2%. Massa yang belum menentukan pilihan sebanyak 24%.
Simulasi Head to Head
Bagaimana kalau dua nama berhadap-hadapan? Dalam simulasi Al Haris berhadapan dengan Cek Hendra, Bupati Merangin ini mendapatkan dukungan 29,5%. Unggul tipis atas Cek Endra yang mendapat dukungan 27,9%. Massa yang belum memilih, sekitar 42,6%.
Kemudian, kalau yang bertarung nanti Syarif Pasha melawan Alharis, Alharis unggul dengan raihan suara 30,3%. Sementara Syarif Fasha mendapat dukungan 24,8%. Massa yang belum menentukan, 45%.
Bagaimana kalau yang bertarung Cek Endra vs Syarif Fasha? "Cek Endra unggul dengan perolehan suara 29,1%. Syarif Fasha mendapat dukungan 25,3%. Massa yang belum menentukan pilihan, 45,6%," jelas Sirojudin.
Simulasi dengan Pasangan
Bagaimana dengan simulasi ketiga kandidat masing-masing dengan pasangannya? Hasilnya, ketiganya juga bersaing ketat. Simulasi 3 pasangan, Al Haris - Abdullah Sani paling tinggi dukungannya 23,7%. Kemudian Cek Endra - Sukandar 22,7%, dan Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri 22,1%. Dalam simulasi dengan pasangan ini, jumlah massa yang belum menentukan pilihan sekitar 31,4%.
Peluang Masih Terbuka
Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting ini juga menunjukkan, peluang para kandidat untuk meningkatkan elektabilitas masih terbuka lebar. Tingkat popularitas calon hingga survei dilakukan pada bulan Februari, atau 7 bulan sebelum hari pemilihan, belum ada yang mencapai 90 persen. "Kandidat yang tercatat paling tinggi popularitasnya adalah Fachrori Umar, itupun baru dikenal oleh 76% warga," tambag Sirojudin Abbas. Sementara Al Haris baru dikenal 61%, Cek Endra 57%, dan Syarif Fasha 53%.
Dibanding survei SMRC pada bulan Oktober 2019, dalam waktu kurang lebih 4 bulan, popularitas Al Haris naik 31%. Paling tinggi dibanding Cek Endra yang naik 29%, Syarif Fasha naik 14%, dan Fachrori Umar naik 11%.
"Dan yang perlu dicatat semua kandidat, pilihan ini belum stabil. Setengah atau 50% pemilih yang sudah menyebutkan calon dukungannya masih besar kemungkinan mengubah dukungan," tandas Sbirojudin Abbas.
Jumlah sampel survei SMRC ini 820 orang. Sampel dipilih dengan metode Stratified Multistage Random Sampling dengan jumlah proporsional. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 734 atau 90%. Toleransi kesalahan (margin of error) survei diperkirakan ±3,7% pada tingkat kepercayaan 95 persen.(*/kum)