CE Dipastikan Menang Aklamasi, Faruq Balik Kanan

Golkar Wajib Dukung Ketua Terpilih di Pilgub

Sabtu, 29 Februari 2020 - 07:58:01 WIB - Dibaca: 2563 kali

(Syahril Hannan)

Jambione.com, JAMBI –Musyawarah Daerah (Musda) X Golkar baru akan dibuka siang ini, Sabtu (29/2). Namun, siapa yang bakal terpilih sebagai Ketua DPD I sudah bisa diprediksi. Melihat performa kandidat calon ketua yang mendaftar, sepertinya pucuk pimpinan tertinggi  Partai Golkar  Provinsi Jambi bakal jatuh ke tangan Cek Endra. Bahkan Bupati Sarolangun itu hampir bisa dipastikan bakal terpilih secara aklamasi.

Dengan ‘menguasai’ kersi  Ketua DPD I, peluang Cek Endra maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi, 23 September mendatang pun makin mulus. Pasalnya, Golkar wajib mendukung ketua terpilih sebagai calon gubernur (cagub).          

Penegasan ini disampaikan Ketua Steering Commite (SC) Musda X Golkar A Rahman dalam konferensi pers, Jumat (28/2) kemarin. Menurut dia, meski keputusan akhir siapa yang akan diusung Golkar ada di tangan DPP, namun DPD I memastikan jika Golkar wajib mendukung dan mengusulkan nama sang ketua terpilih jika maju di Pilgub Jambi.

"Siapa pun pemenang, maka sudah menjadi tanggung jawab Golkar untuk memenangkan itu," kata A. Rahman. "Jika ketua maju (Pilgub), maka mau tidak mau DPD akan konsisten memenangkan ketuanya," tegasnya.

A. Rahman juga memastikan persyaratan maju di Musda Golkar Jambi tidak bisa berubah lagi. Syarat tersebut sesuai dengan AD/ART yang telah diatur dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dari DPP Partai Golkar. "Syarat ini juga berlaku pada Musda Partai Golkar di seluruh Indonesia," katanya.

Menurut dia, dalam proses pelaksanaan nanti, untuk maju menjadi bakal calon harus dapatkan 30 persen dukungan. Ketika dukungan itu sudah didapat 50 persen plus satu, maka akan langsung proses aklamasi. "Nanti akan kita cek dukungan dari pemilik suara. Itu dibuktikan dengan surat rekomendasi yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris yang ditempel. Ketika nanti pada akhir akan tetap muncul 2 calon, maka proses pemilihan akan tetap dilangsungkan," ungkapnya.

Adapun 9 syarat untuk maju di Musda X Golkar Jambi yakni, pernah menjadi pengurus Partai Golkar tingkat provinsi maupun pengurus tingkat kabupaten atau pernah menjadi pengurus provinsi organisasi pendiri dan yang didirikan selama 1 periode penuh. Kemudian, berpendidikan minimal S1 sederajat. Aktif terus menerus menjadi anggota partai golkar sekurang-kurangnya 5 tahun dan tidak pernah menjadi anggota partai politik lain.

Berikutnya, dinyatakan lulus mengikuti pendidikan dan pelatihan kader Partai Gokar. Memiliki prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas dan tidak tercela (PD2LT). Memiliki kapabilitas dan akseptabilitas. Tidak pernah terlibat G30 S PKI. Bersedia meluangkan waktu dan sanggup bekerja sama secara kolektif dalam Partai Golkar. Terakhir, tidak mempunyai hubungan suami/istri atau keluarga sedarah dalam satu garis lurus ke atas dan ke bawah yang duduk sebagai anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota mewakili partai politik lain atau menjadi pengurus partai politik lain dalam satu wilayah yang sama.
Hingga, Jumat sore, tercatat ada enam bakal calon yang sudah mengambil formulir pendaftaran sebagai calon ketua partai beringin rindang ini. Keenam nama tersebut yaitu, Dewan Pertimbangan (Wantib) Hasan Basri Agus (HBA), Bupati Sarolangun Cek Endra (CE), anggota DPRD Kota Jambi Joni Ismed, politisi senior Kemas Faruq, Bupati Tebo Sukandar dan terakhir anggota DPRD Provinsi Jambi Pinto Jayanegara.

"Hingga saat ini baru enam orang yang sudah mengambil formulir pendaftaran. HBA, CE, Joni Ismed, Kemas Faruq, Sukandar, dan Pinto," kata A Rahman. Menurutnya, pendaftaran akan berlangsung hingga pleno 7. "Sampai pleno 7. Pengembalian formulir akan dilaksanakan pada pukul 19.30 sampai 21.30 Wib," tambahnya.

Namun, dari enam bakal calon itu, Jumat sore satu diantaranya mendadak mengundurkan diri. Yaitu Kemas Faruq. Politisi senior ini secara resmi mengurungkan niatnya maju di perebutan kursi ketua Golkar. Mundurnya Faruq ini tidak terlalu mengejutkan. Karena, sudah diprediksi sebelumnya Faruq tidak serius bertarung.

Di hadapan wartawan, Faruq mengatakan keputusannya mundur setelah melakukan pertemuan dengan salah satu kandidat, yakni Cek Endra. "Semalam saya bertemu Cek Endra di gedung putih, markas pemenangan Cek Endra," katanya kepada wartawan, Jumat (28/2).

Menurut Faruq, dia memilih mundur setelah melihat keseriusan Cek Endra untuk membesarkan Golkar Jambi jika terpilih nanti. "Saya lihat Cek ingin memajukan Golkar dan sudah didukung 14 DPD II. Setelah melalui pertimbangan, saya menyatakan mengundurkan diri dan mendukung Cek Endra dalam Musda Golkar Jambi," ungkapnya.

Faruq juga menegaskan akan ikut mendukung Cek Endra pada Pilgub Jambi 23 September mendatang. " Saya ingin mensukseskan Cek Endra jadi gubernur. Kalau Musda ini saya yakin akan aklamasi. Calon lain itu tidak mungkin akan memenuhi persyaratan itu," pungkasnya.

Sementara itu, sumber di internal Golkar mengatakan Musda yang dibuka siang ini hanya tinggal formalitas saja. Karena Cek Endra sudah dipastikan menang aklamasi. Bupati Sarolangun itu  sudah menguasai lebih dari 50 % suara.  ‘’ Bahkan mungkin hampir seluruh yang punya hak suara sudah merapat ke CE. Jadi panitia tinggal melaksanakan kewajiban saja,’’ katanya.

Jika sudah sah terpilih nanti, kata dia, CE akan merangkul semua kader untuk membesarkan partai. Terutama melakukan konsolidasi untuk menjadikan Golkar sebagai pemenang Pilkada Serentak di Jambi, 23 September nanti. ‘’ Jangka pendeknya pilgub dan lima Pilkada/pilwako. Lalu kemudian, Pileg dan Pilpres 2024 nanti,’’ pungkasnya. (fey)





BERITA BERIKUTNYA