CE, FU dan Haris Anggap Biasa, Masing Masing Klaim Punya Hasil Survei

Hasil Survei Indikator Tak Mengejutkan Pesaing Fasha

Jumat, 28 Februari 2020 - 08:04:54 WIB - Dibaca: 1866 kali

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, MA, Ph.D.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, MA, Ph.D. (ist/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI - Hasil survei calon gubernur (cagub) dan pasangan cagub-cawagub Jambi yang  dirilis lembaga survei Indikator Politik Indonesia ditanggapi beragam oleh para bakal calon gubernur (balogub). Umumnya, hasil survei yang menempatkan Wali Kota Jambi Syarif Fasha paling tinggi elektabilitasnya itu dianggap biasa dan tidak terlalu mengejutkan oleh para pesaingnya. 

Cek Endra (CE) misalnya. Melalui orang dekatnya, Epi Suryadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia tersebut. Menurut Epi, hasil yang didapat dari survey itu pastinya menggunakan keilmuan yang sesuai. Pihaknya percaya dengan hasil itu.

"Pada intinya kami tidak melihat hasilnya (survei). Tapi melihat tren yang ditampilkan. Dalam beberapa waktu saja tren Pak Cek Endra naik dari survei yang dikeluarkan sebelumnya," kata Epi, Kamis (27/02) kemarin.

Menurut Epi, pihaknya juga memiliki hasil survei sendiri untuk melihat elektabilitas pada Pilgub Jambi. Hanya saja hasil tersebut memang tidak untuk dipublikasikan. Tapi hanya untuk pribadi dan tim. "Dalam survei kami sendiri, jarak antara kedua bakal calon tidaklah jauh, seperti yang dirilis Indikator Politik Indonesia. Tetapi sekali lagi kami percaya terhadap hasil survei tersebut," tukasnya.

Terpisah, ketika dimintai mtanggapan, Ketua Tim Keluarga Fachrori Umar, Miftahul Ikhlas mengatakan hasil survei Indikator Politik Indonesia tersebut sengaja dimunculkan menyambut suksesi partai Golkar dalam yang digelar Sabtu, 29 Februari besok. "Kalau kami melihat, hasil survei itu dimunculkan untuk menyambut Musda Golkar,’’ katanya, Kamis (27/2) kemarin.

Meskipun demikian, lanjut Paul, terlepas dari pihak mana yang mengadakan survei atau bagaimana proses pengambilan sampelnya, ada beberapa hal yang mereka cermati. Pertama, kata dia, persentase tertinggi yang dicapai kandidat calon tidak ada diatas angka 35%. Hanya 27,5%. Angka ini tidak signifikan untuk menjadi pemenang jika pada Pilgub nanti ada tiga pasangan calon (paslon) yang maju.

Dia mencontohkan, jika nanti Fasha-AJB benar-benar berpasangan, maka angka 27,5% tersebut besar kemungkinan tidak berubah lagi. Jika nanti ada 3 paslon, maka sudah bisa disimpulkan hasil yang diperoleh Fasha-AJB mulai dari sekarang. "Persentase terhadap paslon FU-Rocky wajar saja rendah. Tentu akan berbeda hasilnya jika FU diduetkan dengan tokoh masyarakat yang lebih senior atau dengan salah satu kepala daerah lainnya," kata pria yang biasa dipanggoil Paul ini.

Menurut dia, elektabilitas pasangan calon duet Kepala daerah-Kepala daerah tetap lebih tinggi dari pasangan calon duet Kepala daerah-tokoh masyarakat. "Jadi, semua paslon masih berpeluang memenangkan kontestasi Pilgub Jambi 2020," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Merangin Al Haris juga tida terlalu terkejut dengan hasil survei yang menempatkan Walikota Jambi Sy Fasha paling tinggi elektabilitasnya tersebut. "Kita tidak memberi komentar. Karena tidak tahu siapa yang membiayai," kata Hasan Mabruri, selaku tim pemenangan Al haris, Kamis (27/2).
Menurut Bohok- bigitu dia biasa disapa, saat ini mereka hanya akan terus bekerja dan konsolidasi untuk menatap Pilgub Jambi 23 September mendatang. Karena berdasarkan hasil survei mereka, angkanya tidak seperti itu.

"Kami memiliki hasil survey juga. Tapi hasilnya berbeda jauh. Akan tetapi itu semua tidak akan menyurutkan langkah kami untuk terus sosialisasi memenangkan Wo Haris," tegasnya.

Seperti diberitakan, lembaga survey nasional, Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei yang dilakukan pada 5-12 Februari 2020 lalu. Elektabilitas Fasha masih menjadi yang tertinggi di dibanding kandidat lainnya, yakitu 25,6 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, MA, Ph.D dalam rilisnya mengatakan, keunggulan Sy Fasha, baik dari pertanyaan top of mind maupun semi terbuka dengan berbagai simulasi yang dilakukan. Untuk simulasi 4 nama calon, Sy Fasha meraih 25,6 Persen, Cek Endra 17,2 Persen, Al Haris 14,5 Persen dan Fachrori Umar 11,7 Persen.

‘’Di antara 4 nama calon, Sy Fasha unggul signifikan dari 3 pesaingnya. Sementara Cek Endra, Al Haris dan Fachrori Umar masing-masing dukungannya secara statistik tidak berbeda signifikan,’’ jelas alumni doktor Australian National University (ANU) itu.

Selain elektabilitas calon gubernur, Indikator juga melakukan simulasi tingkat elektabiliitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Dari simulasi 4 nama, jika Sy Fasha menggandeng Walikota Sungai Penuh Asyafri Jaya Bakri (AJB) sebagai pendamping, pasangan ini akan unggul signifikan dari 3 pasangan calon lainnya.

Fasha-AJB memperoleh 27,5 persen suara. Disusul pasangan Cek Endra-Sukandar 18,8 persen, Al Haris-Abdullah Sani 15,4 persen dan Fachrori Umar-Rocky Chandra meraih 10,3 persen. Menurut Burhanuddin, survey ini mereka lakukan pada 5-12 Februari 2020. Jumlah responden sebanyak 1.100 responden dengan basis sample sebanyak 800 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling. ‘’ Ukuran sampel 800 responden memiliki toleransi kesalahan (Margin of Error) sekitar plus minus 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,’’ jelasnya.  (fey)





BERITA BERIKUTNYA