HKTI Jambi Minta Pemda Jaga Lahan Pertanian Produktif untuk Ketahanan Pangan

Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:12:32 WIB - Dibaca: 50 kali

Ketua HKTI Jambi Sutan Adil Hendra saat menyampaikan pandangan terkait ketahanan pangan di Kantor HKTI Jambi. Foto: Rahim
Ketua HKTI Jambi Sutan Adil Hendra saat menyampaikan pandangan terkait ketahanan pangan di Kantor HKTI Jambi. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Pemerintah daerah di Provinsi Jambi diminta tidak hanya fokus pada ketersediaan pangan di pasar, tetapi juga memperkuat produksi pertanian dari tingkat petani. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah dalam jangka panjang.

Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH), mengatakan keberlanjutan produksi pangan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga lahan pertanian sekaligus menciptakan kondisi yang membuat petani tetap bertahan.

Hal itu disampaikan SAH di Kantor HKTI Jambi, Selasa (6/10/2026). Menurutnya, daerah akan lebih memiliki daya tahan terhadap gangguan pasokan maupun gejolak harga jika mempunyai basis produksi pangan sendiri.

“Produksi pangan harus kita pertahankan. Jangan sampai daerah memiliki lahan pertanian yang produktif, tetapi secara perlahan beralih fungsi sehingga kapasitas produksi pangan semakin berkurang,” ujar SAH.

Ia menilai persoalan pangan tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi petani. Ketika usaha tani tidak lagi memberikan keuntungan yang memadai, petani berpotensi meninggalkan sektor pertanian dan pada akhirnya dapat berdampak terhadap keberlangsungan produksi pangan.

Karena itu, pemerintah daerah didorong memberikan dukungan yang menyentuh kebutuhan petani, mulai dari penyediaan pupuk dan benih, irigasi, akses permodalan hingga pendampingan dan pemanfaatan teknologi pertanian.

Selain itu, SAH menekankan pentingnya kepastian pasar. Menurut dia, hasil pertanian yang tidak memiliki pasar yang jelas dapat mengurangi minat petani untuk meningkatkan produksi.

“Kalau kita ingin produksi pangan tetap terjaga, maka petaninya juga harus sejahtera. Jangan sampai kita berbicara tentang swasembada pangan, tetapi petani justru kehilangan insentif untuk terus menanam,” katanya.

SAH juga meminta aspek pangan tetap diperhitungkan dalam setiap kebijakan pembangunan kawasan. Menurutnya, ekspansi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tidak harus dipertentangkan dengan sektor pertanian.

Ia mengatakan pemerintah dapat menjalankan pembangunan sekaligus mempertahankan lahan pertanian yang masih produktif melalui perencanaan yang tepat.

“Pembangunan harus berjalan, tetapi lahan pangan produktif juga harus dijaga. Ini bukan pilihan antara pembangunan dan pertanian, melainkan bagaimana keduanya dapat berjalan seimbang,” tegasnya.

Lebih lanjut, SAH menyebut produksi pangan lokal sebagai salah satu modal penting bagi Jambi dalam menghadapi berbagai perubahan. Daerah dengan produksi yang kuat dinilai tidak mudah terganggu ketika terjadi persoalan distribusi, kenaikan harga komoditas atau perubahan kondisi ekonomi.

Untuk itu, HKTI Jambi mendorong adanya keterpaduan kebijakan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Kebijakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup perlindungan lahan dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Ketahanan pangan dimulai dari kemampuan kita mempertahankan produksi. Selama petani tetap menanam, lahan produktif tetap terjaga dan hasil pertanian memiliki pasar yang baik, maka fondasi ketahanan pangan daerah akan tetap kuat,” pungkasnya. (rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA