JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Aksi dugaan penipuan dengan modus mengaku sebagai sales kembali terjadi di Kabupaten Tebo. Kali ini, pemilik Toko Tani Bina Usaha, Solikhin, warga Desa Pelayang, Kecamatan Tebo Tengah, menjadi korban setelah ditawari sejumlah produk yang diduga palsu hingga mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah.
Solikhin menceritakan, peristiwa itu bermula pada pagi hari ketika dua pria tak dikenal datang ke tokonya dengan mengendarai sepeda motor. Keduanya mengaku hendak membeli racun tikus merek Mie Shu.
Namun, saat itu Solikhin menjelaskan bahwa stok racun tikus dengan merek tersebut sedang tidak tersedia. Ia pun menyampaikan bahwa jika ada sales yang datang, dirinya akan mencoba mencarikan barang yang dimaksud.
"Mereka sempat ingin meninggalkan uang, tetapi saya tidak mau menerimanya. Saya bilang nanti saja dibayar kalau barangnya sudah ada," ujar Solikhin.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 15.00 WIB, sebuah mobil Toyota Avanza berwarna putih datang ke tokonya. Pengemudi mobil tersebut mengaku sebagai sales dan menawarkan berbagai macam barang dagangan, seperti gunting, pisau cutter, tali rafia, serta perlengkapan lainnya.
Saat ditanya mengenai racun tikus merek Mie Shu, sales tersebut mengaku memiliki barang yang dicari. Solikhin kemudian menghubungi dua orang yang datang pada pagi hari untuk memastikan pesanan tersebut.
"Setelah saya tanyakan, mereka bilang jadi. Saya kemudian meminta uang muka atau DP setengah dari nilai barang, tetapi mereka tidak mau. Mereka hanya mengirim uang tanda jadi sebesar Rp500 ribu," jelasnya.
Karena merasa pesanan tersebut benar-benar ada, Solikhin akhirnya membeli barang yang ditawarkan sales tersebut. Namun, setelah barang dibeli, pihak yang sebelumnya mengaku sebagai pemesan tidak pernah datang mengambil barang tersebut.
Tidak hanya itu, Solikhin juga menduga produk racun tikus yang dibelinya merupakan barang palsu sehingga tidak dapat dijual kembali kepada pelanggan.
"Setelah barang saya beli, ternyata tidak diambil. Barang ini juga diduga palsu. Akibat kejadian ini saya mengalami kerugian hingga jutaan rupiah," ungkapnya.
Solikhin mengatakan, dirinya bukan satu-satunya korban. Berdasarkan informasi yang diterimanya, hingga saat ini sedikitnya sudah ada beberapa pemilik toko di Kabupaten Tebo yang mengalami kejadian serupa.
"Selain toko saya di Desa Pelayang, ada juga korban di Semambu, Sumber Anom, kemudian di Kecamatan Rimbo Bujang Unit 5. Kemungkinan masih ada korban lainnya," katanya.
Ia berharap para pemilik toko di Kabupaten Tebo lebih berhati-hati terhadap orang yang mengaku sebagai sales dengan menawarkan berbagai jenis barang. Modus tersebut diduga dilakukan secara terencana dengan melibatkan pihak yang berpura-pura menjadi calon pembeli agar pemilik toko percaya dan bersedia membeli barang dari pelaku. (DVD)
Cegah Kenakalan Remaja, Polisi Beri Pembinaan Hukum kepada Siswa SMPN 3 Kota Jambi
UIN STS Jambi Finalisasi Penerimaan 20 Mahasiswa Asing, WR I Minta Seleksi Dokumen Diperketat
Warga Rejo Sari Lega Box Culvert Mulai Dibangun, Harap Jalan Tak Lagi Rusak Saat Hujan
Warga Gotong Royong Bangun Gedung Baru TK Cahaya Hati di Tebo Ilir
APBD 2027 Tak Anggarkan Jalan Simpang Betung–Pintas, Warga 11 Desa Ancam Gelar Aksi Besar-Besaran
Hesti Haris: Rabu Berkah TP PKK Provinsi Jambi Perkuat Literasi Keuangan dan Budaya Kelola Sampah
Kapolsek Muko Muko Bathin VII Ingatkan Siswa SMAN 14 Bungo Jauhi Narkoba dan Geng Motor