Harga Emas Antam Turun Tajam, Pecahan 1 Gram Kini Rp2,738 Juta

Sabtu, 06 Juni 2026 - 13:37:16 WIB - Dibaca: 135 kali

Ilustrasi emas batangan Antam seiring penurunan harga emas pada perdagangan Sabtu, 6 Juni 2026.
Ilustrasi emas batangan Antam seiring penurunan harga emas pada perdagangan Sabtu, 6 Juni 2026. (Subahan)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Harga emas batangan produksi Antam mengalami penurunan cukup signifikan pada perdagangan Sabtu (6/6/2026). Berdasarkan daftar harga resmi Logam Mulia, harga emas Antam untuk pecahan 1 gram turun menjadi Rp2.738.000 per gram dari sebelumnya Rp2.770.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada berbagai pecahan lainnya. Untuk ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.419.000, sedangkan pecahan 2 gram dijual Rp5.416.000 dan 5 gram sebesar Rp13.465.000.

Sementara itu, harga emas Antam ukuran 10 gram berada di angka Rp26.875.000. Adapun pecahan 25 gram dijual Rp67.062.000 dan ukuran 50 gram mencapai Rp134.045.000.

Untuk investor yang mengincar pecahan besar, emas Antam ukuran 100 gram dibanderol Rp268.012.000. Sedangkan pecahan 250 gram mencapai Rp669.765.000 dan ukuran 500 gram dijual Rp1.339.320.000. Harga emas terbesar, yakni 1.000 gram atau 1 kilogram, kini berada di level Rp2.678.600.000.

Selain harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga mengalami penurunan. Pada perdagangan hari ini, harga buyback turun Rp52.000 menjadi Rp2.531.000 per gram. Harga buyback merupakan nilai yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emasnya kepada Antam.

Meski harga emas sedang melemah, minat masyarakat untuk berinvestasi logam mulia masih cukup tinggi. Banyak investor memanfaatkan momentum penurunan harga untuk menambah kepemilikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Salah seorang pecinta emas di Kabupaten Tebo, Desy, mengaku tetap optimistis terhadap investasi emas meskipun harga saat ini sedang turun.

"Kalau harga turun seperti sekarang justru menjadi kesempatan yang baik untuk membeli. Saya melihat emas tetap menjadi investasi yang aman untuk jangka panjang karena nilainya cenderung naik dalam beberapa tahun ke depan," ujar Desy kepada Jambiprima. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA