Harlah Pancasila 2026, Bupati Merangin Tekankan Disiplin ASN dan Persatuan di Tengah Keberagaman

Senin, 01 Juni 2026 - 11:26:45 WIB - Dibaca: 67 kali

Bupati Merangin M. Syukur memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di halaman Kantor Bupati Merangin, Senin (1/6), sekaligus menyampaikan pesan tentang disiplin ASN, persatuan dalam keberagaman, dan penguatan karakter generasi muda.
Bupati Merangin M. Syukur memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di halaman Kantor Bupati Merangin, Senin (1/6), sekaligus menyampaikan pesan tentang disiplin ASN, persatuan dalam keberagaman, dan penguatan karakter generasi muda. (Madi)

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Kabupaten Merangin tidak hanya menjadi seremoni tahunan untuk mengenang lahirnya dasar negara. Momentum tersebut dimanfaatkan Bupati Merangin M. Syukur untuk mengingatkan kembali pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam tata kelola pemerintahan, kehidupan sosial masyarakat, hingga pembentukan karakter generasi muda.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati M. Syukur memimpin jalannya upacara yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Merangin, Senin (1/6). Kegiatan itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan, serta para pelajar.

Di tengah tantangan pembangunan daerah dan perubahan sosial yang semakin cepat, Bupati menegaskan bahwa Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, bukan sekadar menjadi slogan yang diperingati setiap tahun.

Salah satu sorotan utama dalam pidatonya adalah persoalan disiplin dan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, ASN memiliki posisi strategis sebagai wajah pemerintah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam etos kerja, integritas, dan tanggung jawab aparatur negara.

“Disiplin waktu itu krusial, mulai dari hadir dan pulang sesuai jadwal, hingga menyelesaikan tugas tepat waktu tanpa menunda-nunda. Selain itu, patuhi seluruh aturan tata tertib ASN dan kerjakan pekerjaan dengan tuntas serta berkualitas,” tegasnya.

Pesan tersebut mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat budaya kerja birokrasi yang profesional. Dalam perspektif pembangunan daerah, kedisiplinan ASN menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik sekaligus mempercepat realisasi program-program pembangunan.

Tidak hanya berbicara mengenai kinerja birokrasi, Bupati juga mengingatkan para pejabat struktural agar memandang jabatan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan negara.

Ia menilai masih terdapat kecenderungan sebagian pihak yang mengukur keberhasilan pekerjaan hanya dari aspek finansial. Padahal, menurutnya, pengabdian sebagai aparatur negara memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan keuntungan materi semata.

“Saya berharap seluruh ASN yang memiliki jabatan untuk bersyukur karena telah diberi amanah. Tidak semua pekerjaan itu dinilai dari uangnya,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting di tengah tuntutan publik terhadap birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Nilai syukur dan pengabdian yang disampaikan Bupati sejalan dengan semangat Pancasila yang menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Selain menyasar kalangan ASN, Bupati M. Syukur juga mengajak seluruh masyarakat Merangin untuk menjaga persatuan dalam bingkai keberagaman. Kabupaten Merangin yang dihuni oleh berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya dinilai memiliki modal sosial yang besar untuk mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, perbedaan yang ada tidak boleh menjadi sumber konflik maupun perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus dijadikan kekuatan untuk memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong.

“Perbedaan jangan sampai memecah belah. Justru keberagaman itulah kekuatan besar kita untuk membangun Kabupaten Merangin yang maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.

Ajakan tersebut relevan dengan kondisi bangsa yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari polarisasi sosial hingga derasnya arus informasi di ruang digital. Dalam konteks tersebut, nilai persatuan yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila menjadi fondasi penting untuk menjaga harmoni masyarakat.

Perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda. Bupati mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi harus diimbangi dengan penguatan karakter serta pemahaman ideologi bangsa.

Ia menilai generasi muda merupakan penentu masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, mereka perlu memahami serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila agar tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” pungkasnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Merangin pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Melalui pesan-pesan yang disampaikan, pemerintah daerah menegaskan kembali bahwa Pancasila harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari, mulai dari birokrasi yang melayani, masyarakat yang menjaga persatuan, hingga generasi muda yang berkarakter dan berintegritas.

Di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi yang terus berkembang, nilai-nilai Pancasila tetap menjadi kompas yang mengarahkan pembangunan daerah menuju kemajuan yang inklusif dan berkeadilan. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA