SAD Demo Kantor Bupati Merangin, M. Syukur Dituding Ingkar Janji

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:26:35 WIB - Dibaca: 295 kali

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) asal Desa Mentawak menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Merangin menuntut realisasi bantuan yang dijanjikan pemerintah daerah, Kamis (21/05/2026).
Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) asal Desa Mentawak menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Merangin menuntut realisasi bantuan yang dijanjikan pemerintah daerah, Kamis (21/05/2026). (Kholil)

JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) asal Desa Mentawak menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Merangin, Kelurahan Pematang Kandis, Bangko, Kamis (21/05/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga terhadap janji bantuan yang sebelumnya disampaikan Bupati Merangin, M. Syukur.

Aksi yang dipimpin langsung oleh Tumenggung Jang itu berlangsung ricuh. Massa SAD datang beramai-ramai sambil menyuarakan tuntutan agar bantuan yang dijanjikan pemerintah daerah diberikan secara merata kepada seluruh kelompok SAD di Kabupaten Merangin.

Menurut Tumenggung Jang, sekitar lima bulan lalu Bupati Merangin pernah menjanjikan bantuan berupa keramba ikan untuk sejumlah kelompok SAD. Namun dalam realisasinya, bantuan tersebut disebut hanya diberikan kepada satu Tumenggung saja, yakni Tumenggung Jon.

“Kami datang hari ini untuk menuntut keadilan. Waktu itu dijanjikan untuk delapan Tumenggung, tapi kenapa yang menerima hanya satu orang saja,” tegas Tumenggung Jang saat menyampaikan orasinya.

Ia menilai, penyaluran bantuan yang tidak merata tersebut telah memicu kekecewaan dan menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat SAD.

Bahkan, sejumlah Tumenggung lain merasa dianaktirikan dan menganggap pemerintah tidak berlaku adil.

“Akibat bantuan itu hanya diberikan ke satu pihak, Tumenggung yang lain jadi kecewa. Mereka merasa dibohongi dan tidak dianggap,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, massa SAD tampak bertahan di halaman Kantor Bupati Merangin sambil meminta Bupati M. Syukur menemui mereka secara langsung. Mereka juga membawa berbagai tuntutan terkait pemerataan bantuan dan perhatian pemerintah terhadap masyarakat adat SAD.

Situasi sempat memanas ketika massa mulai emosi karena tuntutan mereka belum mendapat kepastian. Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi sempat diwarnai kericuhan hingga menyebabkan satu unit mobil mengalami kerusakan diduga akibat diamuk massa.

Petugas keamanan dari kepolisian dan Satpol PP terlihat berjaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta berupaya menenangkan massa agar aksi tidak semakin meluas.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga SAD masih bertahan di sekitar Kantor Bupati Merangin sambil menunggu tanggapan langsung dari pihak pemerintah daerah terkait tuntutan mereka. (Lil)





BERITA BERIKUTNYA