JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Proses rekrutmen anggota kepolisian tidak hanya menjadi urusan institusi, tetapi juga bagian dari ekosistem pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Hal ini tercermin dalam peninjauan langsung pelaksanaan tes psikologi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 oleh Wakapolda Jambi di Universitas Dinamika Bangsa (Unama) Tehok, Senin (27/4/2026).
Kehadiran pimpinan Polda Jambi dalam tahapan seleksi ini menunjukkan bahwa proses pendidikan calon anggota Polri dimulai sejak tahap rekrutmen. Tes psikologi bukan sekadar prosedur administratif, melainkan instrumen penting untuk menilai kesiapan mental, kepribadian, serta integritas peserta sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas kepolisian di masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Jambi didampingi sejumlah pejabat utama, termasuk Irwasda, Karo SDM, Kabid Propam, dan Dirtahti. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas nilai-nilai yang juga menjadi bagian dari pendidikan karakter.
Kapolda Jambi melalui Kabid Humas menegaskan bahwa keterlibatan langsung pimpinan merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga kualitas proses seleksi.
“Wakapolda Jambi bersama para pejabat utama turun langsung untuk memastikan pelaksanaan tes psikologi berjalan sesuai prosedur, transparan, serta bebas dari praktik kecurangan,” ujar Kabid Humas.
Dari perspektif pendidikan, seleksi berbasis psikologi ini menjadi tahapan krusial dalam menyaring calon anggota yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan stabilitas mental. Hal ini penting mengingat tugas kepolisian menuntut kemampuan pengambilan keputusan yang tepat dalam situasi kompleks.
“Diharapkan melalui proses seleksi yang ketat dan objektif ini, Polri dapat memperoleh sumber daya manusia yang unggul, profesional, serta berintegritas tinggi,” lanjut Kombes Pol Erlan.
Lebih lanjut, proses rekrutmen yang mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) mencerminkan pendekatan pendidikan modern yang menitikberatkan pada nilai kejujuran dan tanggung jawab. Lingkungan seleksi yang bersih dari praktik kecurangan menjadi bagian dari pembelajaran nyata bagi peserta tentang pentingnya integritas sejak awal.
“Kami memastikan setiap tahapan seleksi, termasuk tes psikologi, dilaksanakan secara profesional dan diawasi secara ketat. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan maupun kecurangan dalam proses rekrutmen Polri,” tegas Kabid Humas.
Imbauan kepada peserta untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri juga menjadi pesan moral yang kuat dalam konteks pendidikan karakter.
“Percayalah pada kemampuan diri sendiri, karena kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh hasil kerja keras dan kompetensi masing-masing peserta,” tutup Kabid Humas.
Dengan demikian, proses seleksi ini tidak hanya menjadi pintu masuk menuju profesi kepolisian, tetapi juga bagian dari perjalanan pendidikan yang menanamkan nilai kejujuran, disiplin, serta tanggung jawab nilai-nilai yang diharapkan terus melekat dalam diri setiap calon anggota Polri. (San)
Batang Masumai Siaga 1, Warga Salam Buku Resah Bunyi “Mesin Bencana” Tiap Malam
Sekda Sudirman Buka Konsultasi Publik RPPEG Tanjabtim, Targetkan Dokumen Berlaku Hingga 2055
Upacara Bendera Jadi Ruang Edukasi Karakter, Polisi Masuk Sekolah Tekan Kenakalan Remaja di Jambi
Dua Alumni Tembus Beasiswa Kemenhan, Rektor UIN STS Jambi: Prestasi Langka yang Harumkan Daerah
Disdukcapil Tebo Jemput Bola Rekam KTP-EL, 1.324 Warga Belum Terekam Jelang Pilkades 2026
Dua Pelaku Pencurian di Terminal Truk Sarolangun Diringkus Polisi