6 Kali Diusulkan, Jalan Tabir Tak Kunjung Diaspal, Warga Terpaksa Swadaya

Jumat, 03 April 2026 - 13:07:49 WIB - Dibaca: 1227 kali

Warga Kecamatan Tabir dan Tabir Ilir bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya dengan menyewa alat berat, akibat belum adanya realisasi pengaspalan dari pemerintah daerah.
Warga Kecamatan Tabir dan Tabir Ilir bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya dengan menyewa alat berat, akibat belum adanya realisasi pengaspalan dari pemerintah daerah. (Kholil)

JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Harapan masyarakat di Kecamatan Tabir dan Tabir Ilir untuk menikmati jalan beraspal yang layak hingga kini belum juga terwujud. Meski telah berulang kali diusulkan kepada pemerintah daerah, perbaikan infrastruktur jalan tersebut tak kunjung terealisasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, usulan pengaspalan ruas jalan di wilayah Tabir sudah disampaikan hingga enam kali pergantian kepemimpinan Bupati Merangin, baik bupati definitif maupun penjabat (Pj). Namun hingga saat ini, usulan tersebut belum juga mendapat perhatian serius.

“Setahu kami jalan ini selalu diusulkan setiap pergantian bupati, baik yang terpilih maupun PJ. Tapi sampai sekarang belum pernah benar-benar dipedulikan,” ungkap salah seorang warga Tabir, Haji Ha, dengan nada kecewa.

Kondisi jalan yang memprihatinkan akhirnya memaksa masyarakat untuk mengambil langkah sendiri. Warga dari dua kecamatan tersebut bergotong royong melakukan perbaikan jalan secara swadaya. Bahkan, mereka rela mengeluarkan biaya pribadi untuk menyewa alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Merangin.

Langkah swadaya ini dilakukan demi memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga hingga distribusi hasil pertanian. Tanpa perbaikan, jalan yang rusak parah kerap menyulitkan pengguna, terutama saat musim hujan.

Pantauan di lapangan, warga terlihat terus memantau kondisi jalan di wilayah Tabir dan Tabir Ilir yang sedang diperbaiki secara gotong royong. Sebelumnya, masyarakat di wilayah Rantau Panjang juga melakukan hal serupa sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung tersentuh pembangunan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan perhatian nyata terhadap kondisi jalan tersebut. Mereka menilai, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan merupakan kebutuhan mendesak yang berdampak langsung pada perekonomian dan kesejahteraan warga. (Lil)

 





BERITA BERIKUTNYA