Diduga Langsir BBM, Mobil Terbakar Saat Isi Pertalite di SPBU Bungo

Minggu, 14 Desember 2025 - 20:17:12 WIB - Dibaca: 1862 kali

Satu unit mobil Daihatsu Sigra terbakar saat mengisi BBM di SPBU Bungo, diduga akibat praktik langsir BBM.
Satu unit mobil Daihatsu Sigra terbakar saat mengisi BBM di SPBU Bungo, diduga akibat praktik langsir BBM. (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Insiden kebakaran hebat menggegerkan warga di sekitar SPBU Pertamina 24.372.78 Kampung Punti Luhur, RT 01 RW 00, Desa Talang Pantai, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo, pada Minggu (14/12/2025) siang. Peristiwa tersebut menghanguskan satu unit mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi BH 1707 KP dan merusak sebagian fasilitas SPBU.

Kebakaran terjadi saat kendaraan tersebut tengah melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Berdasarkan keterangan awal, mesin dan pendingin udara (AC) mobil diketahui masih dalam kondisi menyala saat proses pengisian berlangsung. Kondisi tersebut diduga memicu korsleting arus listrik yang kemudian menimbulkan percikan api dan menyambar bahan bakar.

Api dengan cepat membesar dan melahap bagian depan kendaraan hingga menimbulkan kepulan asap hitam pekat. Sejumlah warga dan pengendara yang berada di sekitar lokasi panik dan berupaya menjauh dari area SPBU untuk menghindari kemungkinan ledakan yang lebih besar.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dikendalikan setelah beberapa saat, sehingga tidak merambat ke tangki utama penyimpanan BBM SPBU. Meski demikian, satu unit kendaraan hangus terbakar dan sejumlah fasilitas SPBU mengalami kerusakan.

Dari hasil pemeriksaan sementara aparat kepolisian, ditemukan adanya modifikasi pada tangki bahan bakar kendaraan, di mana lubang pengisian dibuat menjadi dua saluran. Selain itu, petugas juga menemukan dua galon bekas di dalam mobil yang turut terbakar dalam insiden tersebut.

Temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa kendaraan tersebut digunakan untuk aktivitas langsir BBM, dengan metode pengisian yang tidak sesuai standar keselamatan dan berisiko tinggi.

Menanggapi kejadian itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menegaskan bahwa insiden kebakaran tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak, baik masyarakat maupun pengelola SPBU.

“Kebakaran ini bukan hanya disebabkan mesin kendaraan yang masih menyala saat pengisian BBM, tetapi juga kuat diduga akibat modifikasi tangki dan penggunaan wadah tambahan di dalam kendaraan. Ini sangat berbahaya karena mengancam keselamatan jiwa serta fasilitas umum,” tegas Kapolda.

Kapolda Jambi juga mengingatkan seluruh pengelola SPBU di wilayah Provinsi Jambi agar tidak melayani pengisian BBM terhadap kendaraan dengan tangki yang dimodifikasi atau tidak sesuai standar keselamatan.

“Kami meminta pengelola SPBU untuk tegas menolak pengisian BBM pada kendaraan yang tangkinya dimodifikasi. Penolakan tersebut justru merupakan langkah pencegahan agar tidak terjadi kejadian serupa atau bahkan lebih besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi. Selain merugikan keuangan negara, praktik tersebut juga menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan masyarakat luas. (ahmad)

 

 

#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #GubernurJambi #Jambi #DPRD #WalikotaJambi 





BERITA BERIKUTNYA