JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Keluhan petani mitra PT Tebo Indah (TI) yang tergabung di dalam Koperasi Tujuan Murni, Desa Sungai Keruh, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi terhadap bagi hasil kelapa sawit terus menggema.
Kali ini, suara protes tersebut datang dari petani warga Desa Pelayang, Kecamatan Tebo Tengah, Ali Rojak, yang merasa kecewa dengan hasil kemitraan yang dinilai jauh dari harapan.
Menurut Ali, selama bertahun-tahun bermitra dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut,
Dia hanya menerima rata-rata Rp300 ribu per bulan per hektare. “Hasil yang saya terima sangat jauh dari yang saya harapkan. Awalnya saya berharap bermitra bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga, tapi dengan hasil seperti ini justru sebaliknya,” ujarnya, Senin, 25 Agustus 2025.
Ali menambahkan, tujuan awal bergabung dalam kemitraan adalah untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik melalui pengelolaan kebun sawit secara profesional oleh perusahaan.
Namun, menurutnya, perawatan kebun oleh pihak perusahaan dinilai kurang maksimal, sehingga produktivitas kebun tidak optimal.
Keluhan yang sama sebelumnya juga telah disuarakan oleh petani lain yang tergabung dalam Koperasi Tujuan Murni.
Mereka menyebutkan rendahnya bagi hasil yang diterima lantaran lahan yang dimitrakan jarang dirawat, bahkan ada sebagian yang belum digarap. (ARD)
Dialog Publik Pengelolaan Sampah di Kota Jambi Tampung Berbagai Masukan Masyarakat
Wabup Tebo Serahkan 350 Unit Tong Sampah untuk Dukung Kebersihan Lingkungan
Bunda PAUD Kabupaten Tebo Hadiri Pelepasan dan Pentas Seni Yayasan Raudhatul Jannah
Heboh! WNA Asal Tiongkok Dijemput Imigrasi di Tebo, Diduga Terkait Jaringan Perdagangan Orang
Cek Endra Tanam Perdana Sawit 15 Hektar di Sarolangun, Doa Bersama Warnai Awal Investasi Perkebunan
Pro-Kontra OPBM Terjawab, Akademisi hingga Tokoh Masyarakat Kompak Dukung Kota Jambi Bersih
Sindikat Jambi: Sosok Dwi Hartono Asal Tebo Diduga Otak Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih