JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Kelurahan Payo Lebar, Kota Jambi, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jambi. Korban diketahui menjadi sasaran pemerkosaan secara bergilir oleh delapan pelaku, empat di antaranya masih di bawah umur.
Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, memastikan bahwa korban telah mendapatkan perlindungan maksimal dari negara.
“Korban saat ini sudah didampingi oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak. Ia telah menjalani asesmen psikologis dan psikiatri, serta menerima pendampingan hukum. Saat ini korban juga telah diamankan di rumah aman,” ujar Maulana, Rabu (16/7/2025).
Sampai saat ini, Polresta Jambi telah mengamankan dua pelaku, yang masing-masing masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Enam pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihak berwajib. Maulana mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap seluruh pelaku dan menindak mereka sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Kami mendorong agar semua pelaku ditangkap dan diproses hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Maulana menyoroti bahwa peristiwa ini terjadi di tengah masa liburan sekolah, yang seharusnya menjadi waktu untuk anak-anak beraktivitas positif. Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dan orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak, terutama selama libur panjang.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Jambi akan memperkuat program Kampung Bahagia, termasuk pembangunan fasilitas olahraga dan ruang bermain ramah anak di permukiman padat penduduk.
Selain itu, Maulana juga menekankan pentingnya pendidikan karakter di sekolah, termasuk upaya konkret seperti razia ponsel secara berkala untuk mencegah anak-anak mengakses konten negatif.
Pemkot Jambi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) juga telah mengaktifkan mobil layanan keliling, yang siap mendatangi lokasi jika ada laporan kekerasan terhadap anak. Layanan ini akan melibatkan tenaga profesional untuk memberikan pertolongan langsung di lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Kota Jambi terlindungi. Jika ada laporan, petugas akan segera turun,” ujar Maulana.
Ia menyebut kasus ini sebagai bagian dari fenomena gunung es — bahwa yang tampak di permukaan hanyalah sebagian kecil dari persoalan sosial yang lebih dalam.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Kenakalan remaja dan kekerasan terhadap anak harus diatasi bersama dengan keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat,” katanya.
Terpisah, Kepala UPTD PPA Kota Jambi, Rosa Rosilawati, menjelaskan bahwa sejak awal laporan diterima, pihaknya langsung turun tangan untuk memberikan pendampingan.
“Yang pasti, sejak awal menerima pengaduan kasus ini, korban langsung kami tangani. Kami mendapat laporan dari Pak Fikri dari Dinsos, lalu bersama-sama kami mendampingi korban ke Polresta Jambi untuk proses pelaporan,” ujar Rosa.
Usai pelaporan, Rosa melakukan koordinasi dengan RS Bhayangkara untuk pemeriksaan medis. “Tim UPTD mendampingi korban untuk visum, kemudian setelah selesai, korban kami tempatkan di rumah aman milik UPTD PPA,” tambahnya.
Langkah-langkah lanjutan pun segera dilakukan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan pendampingan psikologis. “Hari Senin, korban kami bawa ke puskesmas untuk pemeriksaan VCT dan kembali ke RS Bhayangkara. Selain itu, korban juga kami rujuk ke psikolog UPTD untuk konseling,” jelas Rosa.
Tak berhenti di situ, Rosa menyebut bahwa setelah semua proses pendampingan awal rampung, korban akan dirujuk ke Balai Alyatama Jambi untuk pembinaan lanjutan, sekaligus melanjutkan pendidikannya melalui Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 5 Jambi.
“Korban ini sebelumnya putus sekolah. Maka kami siapkan jalur agar bisa kembali melanjutkan pendidikan melalui SRMA 5, mungkin nanti akan mengikuti program paket di sana,” ungkap Rosa.
UPTD PPA menegaskan komitmennya untuk mendampingi korban secara tuntas, mulai dari proses hukum, pemulihan psikologis, hingga masa depan pendidikan.
“Pemulihan korban tidak hanya fisik dan mental, tapi juga masa depannya. Kami pastikan anak ini tetap punya harapan, termasuk haknya untuk bersekolah dan membangun hidup baru, dengan dukungan penuh dari negara,” tegas Rosa. (ahmad)
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH MENGHADAPI EFISIENSI ANGGARAN PUSAT
Kunjungan Pengawasan ke Field Pertamina Jambi, Cek Endra Minta BBM Subsidi Tepat Sasaran
Ivan Wirata Warning! Pelebaran Jalan Mendalo Bisa Mandek Jika Pembebasan Lahan Tak Disiapkan
Analogikan Tim Kerja seperti Sepasang Sepatu, Pembimas Katolik Ajak ASN Saling Melengkapi
Bikin Haru! Cek Endra Hadiahi Karyawan Berprestasi Umrah ke Tanah Suci
Temuan BPK Rabat Beton Tebo Tahun 2024 Tak Tuntas, Romy: Jangan Ada Kesan Kongkalikong!